Berakhirnya Lock Up Pendiri GOTO
Sementara itu, analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan mengungkapkan, kekhawatiran terhadap potensi penjualan saham seri B oleh para pendiri GOTO awalnya diangkat dalam paparan publik insidental GOTO. Namun, menurut mereka kekhawatiran seperti itu berlebihan.
Berdasarkan peraturan yang berlaku (POJK No. 22/2021), pengalihan saham seri B tergolong relatif rumit dan diatur secara ketat seperti pengalihan atau penjualan saham seri B saham. Di antaranya harus diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat dua hari sebelum transaksi aktual dan satu hari sebelumnya kepada publik.
Selain itu, saham seri B ditawarkan paling sedikit kepada pemegang lainnya dari saham seri B (multi-voting shares/MVS) terlebih dahulu. Juga hanya pemegang MVS yang sudah ada yang diperbolehkan memiliki tambahan saham seri B, jika tidak, calon pemegang MVS baru harus diumumkan dalam RUPS terlebih dahulu, sebelum transaksi terjadi. Dan saham MVS akan secara otomatis dikonversi menjadi saham biasa jika pengalihan atau penjualan MVS dijual kepada pemegang MVS yang tidak memenuhi syarat (yaitu tidak sesuai dengan peraturan sebagaimana disebutkan di atas).
"Kami berpendapat bahwa pemegang MVS (yaitu para pendiri GOTO) kemungkinan besar tidak akan menjual MVS (saham seri B) mereka. Sehingga berakhirnya masa berlaku penguncian saham seri B tidak akan menimbulkan tambahan tekanan jual terhadap saham GOTO," jelas Ryan dan Reggie dalam risetnya yang dipublikasikan baru-baru ini.
Ryan dan Reggie menilai, para pendiri GOTO lebih mungkin untuk menjual saham seri A biasa mereka terlebih dahulu, daripada saham seri B mereka, mengingat kesederhanaan dalam proses penjualan. Oleh karena itu, kekhawatiran pada masa berlaku penguncian MVS terlalu berlebihan.
Ryan dan Reggie menegaskan peringkat beli GOTO dengan target harga lebih rendah yaitu Rp 105/saham (sebelumnya Rp 125/saham) seiring penyempurnaan penilaian SOTP usai Tokopedia dan TikTok Shop (TTS) sepakat pada 23 Desember 2023.
Mereka menilai gabungan entitas Tokopedia dan TikTok Shop dengan valuasi US$ 6,3 miliar atau setara dengan US$ 1,57 miliar berdasarkan penyesuaian kepemilikan (GOTO memiliki 25% saham di entitas gabungan) selain penilaian berbasis DCF dari biaya manajemen dari entitas gabungan.
Ryan dan Reggie menyatakan, katalis pemeringkatan ulang, yakni konsolidasi atau M&A dalam layanan on-demand (ODS), dan pembelian kembali saham. Adapun risiko buruknya adalah penjualan tambahan dari pemegang saham strategis (yaitu Alibaba/Softbank).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






