Saham Astra (ASII) Lagi Murah, Dividen Besar Menanti
JAKARTA, investor.id - Saham PT Astra International Tbk (ASII) diparkir memerah 2,37% ke Rp 5.150 pada perdagangan 28 Maret 2024. Sejumlah 107,12 juta saham ditransaksikan, frekuensi 21.067 kali, dan nilai transaksi Rp 552,89 miliar.
Pada perdagangan pekan lalu, yakni 25-28 Maret, saham ASII selalu ditutup memerah. Berbanding terbalik dengan perdagangan pada pekan sebelumnya, 18-22 Maret, yang mayoritas menghijau dan hanya sekali merah pada 18 Maret. Dalam periode year to date (ytd), saham Astra melemah 9,65%.
Astra sendiri akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 30 April 2024. Dalam keterangan resmi ASII sebelumnya, disebutkan bahwa akan diusulkan dividen final untuk tahun buku 2023.
Baca Juga:
Berakhirnya Lock Up Pendiri GOTOBesaran dividen final yang diusulkan adalah sebesar Rp 421 per saham (2022: Rp 552 per saham).
Dividen final yang akan diusulkan tersebut, bersama dengan dividen interim sebesar Rp 98 per saham (2022: Rp 88 per saham) yang sudah dibagikan pada Oktober 2023, akan menjadikan total dividen yang diusulkan untuk tahun 2023 menjadi Rp 519 per saham (2022: Rp 640 per saham), dengan rasio pembayaran dividen sebesar 62% (berdasarkan laba bersih Grup Astra sebesar Rp 34 triliun, tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di GOTO dan Hermina). Rasio tersebut lebih tinggi dari rata-rata rasio pembayaran dividen historis perseroan.
Dengan mengacu pada harga saham Astra per penutupan 28 Maret, maka kisaran yield dividen final (Rp 421/saham) ada di angka 8,17%.
Kinerja
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






