Jumat, 15 Mei 2026

Saat Saham Telkom (TLKM) Tertekan, Mantan Dirut Bursa Masuk di Harga Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
1 Apr 2024 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Telkom Landmark Tower di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Telkom Landmark Tower di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

JAKARTA, investor.id – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) belakangan ini dalam tekanan berat. Namun, di tengah anjloknya harga saham Telkom, mantan dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud, mulai kembali mengakumulasi.

“Saya mulai lagi nyendok TLKM. Mulai dari harga Rp 3.640 dan terakhir Rp 3.430. Saham-saham telekomunikasi pada pekan terakhir Maret melorot tajam. ISAT dalam seminggu terakhir turun 3,66%, EXCL 5,44%, paling dalam TLKM sebesar 11,03%,” tulis Hasan Zein dalam postingan-nya di Facebook, yang dikutip pada Senin (1/4/2024).

Padahal, menurut dia, kinerja Telkom lumayan bagus. Apalagi, tahun pemilu adalah musim panen bagi emiten berkode saham TLKM tersebut. Begitu juga saat Lebaran, trafik data dipastikan naik.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Hasan mengibaratkan TLKM sebagai ‘raksasa bergerak lamban’. Pertumbuhan pendapatan operasi sungguh tidak mudah. Kenaikan laba dua digit pada 2023 bukan karena operasi, tapi karena rugi investasi yang turun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Telkomsel – anak usaha TLKM – dengan pelanggan 160 juta tak gampang mempertahankan kualitas layanan. Ada peluang penurunan jumlah pelanggan. Begitu juga Indihome,” sebut Hasan.

Kemudian, rencana unlock value dengan menggiring anak usaha TLKM ke panggung IPO. Selain cuma one off value non operasi, anak-anak usahanya TLKM juga tidak banyak lagi yang prospektif.

Potensi pertumbuhan yang tinggi ada di segmen data center. Tapi, ini bukan bisnis inti TLKM. Persaingan dengan swasta juga cukup sengit. “Mitratel (MTEL) saya perkirakan masih akan bertumbuh, tapi tidak dua digit,” tutur dia.

Hasan menyarankan agar TLKM meningkatkan efisiensi untuk memperbaiki bottom line (laba) di tengah potensi upper line (pendapatan) yang stagnan.

Soal saham TLKM, menurut dia, harga di bawah Rp 3.900-4.000 tergolong masih murah. “TLKM masih akan bertumbuh, walau boleh jadi makin lamban. Pertumbuhan upper line dua digit memang susah. Tapi bukan tidak bisa,” ujarnya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia