Jumat, 15 Mei 2026

Saat Saham Telkom (TLKM) Tertekan, Mantan Dirut Bursa Masuk di Harga Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
1 Apr 2024 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Telkom Landmark Tower di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Telkom Landmark Tower di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Telkom (TLKM) mencatatkan pendapatan Rp 38 triliun pada kuartal IV-2023 atau naik 0,6% (qoq). Alhasil, pendapatan Telkom sepanjang 2023 mencapai Rp 149,2 triliun atau tumbuh 1,3% (yoy).

Namun, EBITDA Telkom turun 1,8% (yoy) menjadi Rp 77,6 triliun. Sedangkan laba bersih emiten berkode saham TLKM tersebut mencapai Rp 24,6 triliun atau melejit 18,3% (yoy) pada 2023.

“Jumlah pelanggan mencapai 159,3 juta atau naik 1,6% (yoy). Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler meningkat 7,5% (yoy) menjadi Rp 47,5 ribu pada 2023,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jonghoon Won dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, angka operasional kuartalan TLKM lebih rendah dari perkiraan dengan penurunan ARPU seluler dan ARPU IndiHome masing-masing sebesar 4,3% (qoq) dan 2,9% (qoq), sehingga pasar bereaksi negatif setelah TLKM merilis laporan keuangan 2023.

“Meski demikian, kami masih mengantisipasi fundamental TLKM yang solid dan diperkirakan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada 2024,” sebut Jonghoon.

Karena itu, Mirae mempertahankan rekomendasi trading buy untuk saham TLKM. Target harga terbaru saham TLKM dipatok Rp 4.790, dengan menggunakan metode discounted cash flow (DCF) 10 tahun dengan WACC sebesar 12,5% dan tingkat pertumbuhan terminal 1,5%.

Saat ini, TLKM diperdagangkan pada valuasi EV/EBITDA sebesar 4,9 kali (di bawah standar deviasi -1,0). “Dalam pandangan jangka menengah dan panjang, kami melihat TLKM memiliki cukup ruang untuk potensi kenaikan, karena kuatnya pertumbuhan top line dan akan ada penurunan suku bunga mulai semester II-2024, yang akan berdampak positif pada harga saham TLKM,” pungkas Jonghoon.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia