Outlook Japfa (JPFA) plus Target Harga Saham
JAKARTA, investor.id – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan pendapatan Rp 13,4 triliun pada kuartal IV-2023, naik 10,1% (yoy) atau sedikit turun 1,5% (qoq). Alhasil, pendapatan Japfa sepanjang 2023 mencapai Rp 51,2 triliun atau tumbuh 4,5% (yoy).
“Pencapaian itu didukung oleh kenaikan volume pakan sebesar 3,3% (yoy) dan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang lebih tinggi,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Cindy Alicia Ramadhania dalam risetnya.
Menurut dia, di tengah kenaikan harga pangan, penjualan lokal Japfa pada kuartal IV-2023 mencapai Rp 13,2 triliun, turun 1,9% (qoq) atau tumbuh 9,9% (yoy). Pada kuartal IV-2023, hampir semua segmen bertumbuh, yang dipimpin oleh segmen peternakan komersial dengan pertumbuhan 19,3% (yoy).
Diikuti, segmen pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen dengan pertumbuhan 8,6% (yoy), pakan ternak tumbuh 6,2%, dan budidaya perairan tumbuh 2,4%. Sedangkan segmen perdagangan dan lain-lain serta pembibitan unggas terkontraksi masing-masing 12% (yoy) dan 3,5% (yoy).
Adapun laba kotor emiten berkode saham JPFA tersebut pada kuartal IV-2023 naik 3,3% (yoy) menjadi Rp 1,6 triliun. Namun, gross profit margin (GPM) tercatat lebih rendah yaitu 11,9% dibandingkan kuartal III-2023 sebesar 18,8% dan kuartal IV-2022 sebesar 12,6%. Hal itu akibat tingginya harga bahan baku dan pelemahan harga unggas.
Lalu, laba usaha JPFA pada kuartal IV-2023 mencapai Rp 210 miliar atau naik 3,7% (yoy). Operating profit margin (OPM) terkontraksi menjadi 1,4% dibandingkan kuartal III-2023 sebesar 9,9% dan kuartal IV-2022 sebesar 1,7%.
Dari sisi bottom line, JPFA mencatatkan kerugian sebesar Rp 7,5 miliar pada kuartal IV-2023 akibat peningkatan biaya keuangan sebesar 12,8% (yoy). Alhasil, net profit margin (NPM) tercatat -0,1% dibandingkan kuartal III-2023 yang mencapai 6,3% dan kuartal IV-2022 yang sebesar -0,1%.
Secara kumulatif pada 2023, laba kotor JPFA terkontraksi 2,2% (yoy) menjadi Rp 7,5 triliun, laba usaha turun 19,8% menjadi Rp 2,2 triliun, kemudian laba bersih terpangkas 34,5% (yoy) menjadi Rp 929,7 miliar.
Sepanjang tahun lalu, JPFA mencatatkan OPM yang lebih rendah 4,4% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 5,7%. Rinciannya, OPM untuk segmen feed tetap di level 8,2%, OPM segmen poultry processing lebih tinggi menjadi 5,3% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 3,1%, OPM segmen breeding lebih rendah 3,6% dibandingkan 2022 yang mencapai 16,3%, dan OPM untuk segmen commercial farms tercatat -2,5% dibandingkan 2022 yang sebesar -3,3%.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






