Timur Tengah Memanas, Imbal Hasil SUN Terkerek
JAKARTA, investor.id – Meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah mengerek imbal hasil Surat Utang Negara alias SUN, yang meningkat hingga nyaris menyentuh level 7.00% atau pada rentang 6,8-6,9% untuk obligasi dengan tenor 10 tahun.
Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, proyeksi imbal hasil dipastikan meningkat setelah investor menarik diri dari instrumen investasi Indonesia atas meningkatnya ketidakpastian global. Dengan demikian, investor cenderung wait and see dan meminta imbal hasil yang tinggi.
Selain itu, nilai tukar rupiah diperkirakan melemah setelah libur panjang lebaran. “Hal ini juga tercermin dari rupiah yang diperkirakan meningkat hingga Rp 16.000 rupiah per dolar,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (15/4/24).
Ramdhan melanjutkan, pergerakan imbal hasil pekan ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global tersebut, karena tengah menjadi sorotan. Dari dalam negeri sendiri, pelaku pasar sedang menanti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan yang dilakukan oleh pasangan calon presiden bernomor urut 1 yakni Anies-Muhaimin dan pasangan calon presiden nomor urut 3 yakni Ganjar-Mahfud terhadap capres nomor urut 2 yakni Prabowo-Gibran.
“Sedangkan dari sisi pasar, sebenarnya relatif stabil,” ujar dia.
Tingginya ketidakpastian turut memengaruhi lelang obligasi pemerintah yaitu lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang akan dilakukan Selasa (16/4/24), dimana pemerintah menerbitkan 7 seri dengan target indikatif mencapai Rp 11 triliun.
Menurut Ramdhan, imbal hasil yang diminta investor diperkirakan cukup tinggi, namun demikian penawaran yang masuk diramal mencapai Rp 20 triliun atau lebih tinggi dari target indikatif. “Setidaknya sebanyak Rp 15-20 triliun penawaran akan masuk,” kata dia.
Ramdhan menambahkan, seri jangka menengah yakni 4-5 tahun diperkirakan menjadi seri yang paling laku dalam lelang kali ini, karena lebih liquid dan juga risikonya yang lebih rendah ketimbang jangka panjang. “karena durasinya menengah,” pungkasnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






