Jumat, 15 Mei 2026

Konflik Iran-Israel Tekan Pasar Ekuitas, Investor Lebih Pilih Ini

Penulis : Grace El Dora
19 Apr 2024 | 14:49 WIB
BAGIKAN
Mata uang yen Jepang. (Foto: AFP)
Mata uang yen Jepang. (Foto: AFP)

JAKARTA, investor.id – Konflik Iran dan Israel yang memanas membuat sentimen risk off, sehingga pasar ekuitas dan mata uang berisiko mengalami penurunan. Investor lebih memilih aset-aset lain, sehingga menekan pasar ekuitas dan rupiah.

"Reaksi investor saat ini ada risk off, dengan pasar ekuitas dan mata uang berisiko mengalami penurunan besar," ungkap analis mata uang Lukman Leong, Jumat (19/4/2024). Ia mengatakan, saat ini investor akan lebih memilih aset safe haven seperti Franc Swiss, Yen Jepang, dolar Amerika Serikat (AS), dan emas.

Kondisi itu mengakibatkan safe haven menguat, begitu pula dengan harga minyak mentah. Lukman menilai para investor akan cenderung menghindari aset-aset berisiko seperti mata uang di pasar emerging market, termasuk rupiah.

ADVERTISEMENT

Indonesia akan mengalami dampak cukup berat dengan semakin melemahnya nilai tukar rupiah, karena dolar AS sudah menguat cukup besar belakangan ini oleh menurunnya prospek pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed). Ditambah lagi dengan sentimen risk off akibat konflik Iran dan Israel yang memanas.

Senada dengan Lukman, analis Finex Brahmantya Himawan mengatakan konflik Iran dan Israel yang memanas akan menyebabkan pelemahan rupiah lebih dalam karena dolar AS akan bertambah kuat.

Dolar AS menjadi salah satu aset lindung nilai yang lebih diminati pelaku pasar saat terjadi ketegangan geopolitik.

"Bisa dipastikan dolar AS akan lebih menguat lagi, kenapa? Karena dolar AS itu adalah safe haven currency," sambungnya.

Konflik Iran dan Israel yang memanas tidak hanya berimbas pada penguatan dolar AS, tapi juga akan menyebabkan penguatan terhadap emas dan kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Jadi, kalau di pasar keuangan semuanya potensi akan kalah dengan dolar AS, terlebih kita tahu kalau akan ada penundaan pemangkasan suku bunga oleh The Fed," pungkas Lukman.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia