Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Nikel Edwin Soeryadjaya Lagi Menjadi-jadi, Terungkap Pemicunya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
4 Jun 2024 | 07:25 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: MBMA)
Kegiatan usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: MBMA)

JAKARTA, investor.id - Saham emiten nikel Edwin Soeryadjaya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) lagi menjadi-jadi. Pada perdagangan 3 Juni 2024 kemarin, saham ini ditutup di Rp 725 atau melompat 8,25%.

Dalam satu pekan terakhir, saham MBMA melesat 16% dan dalam satu bulan terakhir melejit 38,10%.

Perseroan pun telah merilis laporan keuangan kuartal I-2024. Di situ terungkap bahwa pendapatan usaha melonjak dari US$ 142,73 juta pada kuartal I-2023, menjadi US$ 444,22 juta pada kuartal pertama tahun 2024.

ADVERTISEMENT

Merdeka Battery Materials pun mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 3,66 juta pada kuartal I-2024 (sekitar Rp 56,7 miliar, berdasarkan kurs yang tertera pada laporan keuangan perseroan).

Angka itu berbalik dari rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I-2023 sebesar US$ 7 juta.

Rights Issue

Sebagaimana diketahui, Merdeka Battery - emiten nikel - adalah anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Bertindak sebagai penerima manfaat akhir dari Merdeka Battery dengan kode saham MBMA adalah Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono.

Merdeka Battery akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 21 Juni 2024.

Salah satu mata acaranya adalah persetujuan atas rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED/rights issue/PMHMETD I). MBMA berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan maksimal 10,79 miliar saham.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia