Jumat, 15 Mei 2026

Vale (INCO) Meleset Jauh, Target Harga Sahamnya Baru

Penulis : Eva Fitriani
10 Jul 2024 | 18:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Foto: Marcelo Coelho/INCO)
Ilustrasi kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Foto: Marcelo Coelho/INCO)

Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham INCO. Namun, target harga saham INCO diturunkan menjadi Rp 5.700 dari sebelumnya Rp 6.100. Target harga baru tersebut berbasis SOTP dengan memasukkan penilaian pada proyek pertumbuhannya.

“Kami tetap merekomendasikan buy saham INCO dengan pertimbangan risiko harga nikel yang lebih rendah dan penurunan tingkat pemanfaatan (utilisasi),” sebut Timothy dan Christian.

Di lain pihak, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menurunkan rekomendasi untuk saham INCO menjadi hold, dengan target harga yang lebih rendah sebesar Rp 4.240. Hal itu mempertimbangkan penyesuaian perkiraan untuk tahun 2024. Revisi itu menghasilkan EBITDA INCO sebesar US$ 324 juta atau turun 17% dan laba bersih mencapai US$ 94 juta atau terkikis 34%.

ADVERTISEMENT

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan mengungkapkan bahwa pendapatan INCO kuartal I-2024 relatif sejalan dengan estimasi Mirae dan konsensus analis, meski turun 22% qoq menjadi US$ 230 juta.

Penurunan pendapatan INCO dipicu oleh anjloknya volume penjualan sebesar 12% qoq dan koreksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 11% qoq. “Tercatat, produksi INCO pada kuartal I-2024 juga turun 5% qoq,” tulis Rizkia dalam risetnya.

Menurut dia, beban produksi tunai INCO meningkat 1% qoq menjadi US$ 9.590/ton. Angka tersebut sekitar 10% lebih tinggi dari perkiraan Mirae. “Dikombinasikan dengan penurunan ASP, margin tunai INCO pada kuartal I-2024 turun 36% qoq, jatuh lebih dari 40% di bawah perkiraan awal kami,” ungkap Rizkia.

Secara keseluruhan, INCO membukukan EBITDA sebesar US$ 56 juta atau terpangkas 43% qoq. Ditambah dengan kerugian dari penyesuaian nilai wajar PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI), laba bersih INCO pada kuartal I-2024 sebesar US$ 6 juta atau anjlok 88% qoq. “Hasil tersebut tidak memenuhi ekspektasi kami dan konsensus, dengan run rate sekitar 4%,” pungkas Rizkia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia