Vale (INCO) Meleset Jauh, Target Harga Sahamnya Baru
JAKARTA, investor.id – Kalangan analis menurunkan proyeksi kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada tahun ini. Hal itu karena hasil yang kurang menggembirakan pada kuartal I-2024, perkiraan penurunan harga nikel, dan antisipasi aktivitas pemeliharaan yang akan mengganggu produksi.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Christian Sitorus dalam risetnya menurunkan estimasi pendapatan Vale Indonesia pada 2024 dan 2025, setelah realisasi pada kuartal I-2024 yang lebih rendah dari perkiraan. Pihaknya juga memangkas perkiraan laba bersih Vale Indonesia pada 2024 dan 2025 sebesar 31,3% dan 21,9% dengan memperhitungkan penurunan kadar bijih, produksi, dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.
Pada kuartal I-2024, laba bersih emiten berkode saham INCO tersebut sebesar US$ 6,19 juta, meleset jauh dari perkiraan BRI Danareksa Sekuritas. Laba bersih INCO anjlok 93,7% yoy atau terpangkas 88,4% qoq akibat penurunan harga jual dan kenaikan biaya tunai.
“Meskipun kami memperkirakan pendapatan INCO pada kuartal II-2024 akan meningkat karena harga nikel di London Metal Exchange (LME) lebih tinggi 11% qoq, kami tetap menurunkan perkiraan pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2024 dan 2025 hingga US$ 969 juta dan US$ 94 juta (-1,5% dan -31,3% dibandingkan perkiraan sebelumnya), serta masing-masing US$ 954 juta dan US$ 92 juta,” tulis Timothy dan Christian.
Revisi turun itu terutama mencerminkan perkiraan COGS yang lebih tinggi menjadi US$ 854 juta atau meningkat 5,3% dibandingkan sebelumnya. Hal itu didorong oleh tingginya konsumsi bahan bakar dan kadar bijih yang lebih rendah pada semester I-2024.
“Selain itu, kami mengantisipasi aktivitas pemeliharaan pada kuartal II-2024, yang dapat mengurangi volume penjualan INCO menjadi 16,5 ribu ton (-9% qoq) dan meningkatkan biaya tunai per unit,” jelas Timothy dan Christian.
Baca Juga:
Saham Antam (ANTM) Diburu RitelMeski demikian, BRI Danareksa Sekuritas juga melihat masih ada peluang peningkatan pendapatan dari kenaikan cadangan bijih nikel secara signifikan menjadi 840 juta wmt dibandingkan 334 juta wmt pada kuartal I-2024.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






