Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Saham Ceria, Kapitalisasi Kian Gemuk

Penulis : Indah Handayani
13 Jul 2024 | 10:48 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pada pekan ini, pasar saham Bursa Efek Indonesia (BEI) ceria. Bahkan, kapitalisasi pasar kian gemuk dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 8-12 Juli 2024, kapitalisasi pasar bursa naik 0,37 menjadi Rp 12.478 triliun dari Rp 12.431 triliun pada pekan lalu.

Rekor tertinggi kapitalisasi pasar terjadi pada perdagangan periode 1-5 Juli 2024. Dengan mencatatkan kapitalisasi Rp 12.431 triliun.

ADVERTISEMENT

Kenaikan juga terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) yang akhir pekan ini terkerek 1,02% ke level 7.327,5 dari 7.253,3 pada penutupan pekan lalu.

Tidak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat sebesar 15,29% menjadi 1,09 juta kali dari 947 ribu kali.  Hal serupa juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang terpangkas 11,97% menjadi 17,41 miliar saham dari 15,55 miliar saham. 

Namun, rata-rata nilai transaksi harian justru turun 1,78% menjadi Rp 10,46 triliun dari Rp 10,65 triliun pada pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat (12/7/2024), investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) yang besar, yaitu Rp 1,24 triliun. Hal itu mengikis nilai jual bersih (net sell) investor asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 3,56 triliun.

Pemangkasan Suku Bunga

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pasar saham pekan ini ceria ditopang sentimen eksternal, yaitu rilisnya data inflasi Amerika Serikat (AS) Juni yang menunjukkan penurunan. Dimana secara bulanan inflasi turun dari sebelumnya 0% menjadi turun 0,1% dan secara tahunan turun dari sebelumnya 3,3% menjadi 3%. Hal ini memberikan persepsi pasar bahwa pemangkasan suku bunga The Fed akan dilakukan.

Sebelumnya Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan pada hari Kamis bahwa perekonomian AS tampaknya kembali ke jalur menuju inflasi 2% setelah kenaikan awal tahun ini. Selain itu, Presiden The Fed Mary Daly mengatakan bahwa ia memperkirakan pelonggaran lebih lanjut dimana tekanan harga maupun penurunan pasar tenaga kerja akan menjamin pemangkasan suku bunga.

Kini, pasar memperkirakan peluang 96% untuk pemangkasan suku bunga pada September, menurut CME FedWatch Tool. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia