Jumat, 15 Mei 2026

Ada Euforia The Fed, Fokus ke Saham Ini Saja

Penulis : Jauhari Mahardhika
14 Jul 2024 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pererakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Dok. B-Universe Photo)
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pererakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada awal pekan, seiring euforia terkait suku bunga The Fed. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) tersebut berpeluang besar memangkas Fed Funds Rate (FFR) pada September 2024.

CME FedWatch Tools mencatat, peluang pemangkasan FFR pada September tahun ini mencapai 90,3%. Alhasil, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) pada Jumat (12/7/2024) ditutup menembus level 40.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Penguatan juga dicatatkan oleh indeks-indeks utama Wall Street lainnya.

Hal ini turut memicu ekspektasi pemangkasan lanjutan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) yang direspons positif oleh indeks-indeks saham di Eropa. DAX (Jerman) dan CAC40 (Prancis) melonjak lebih dari 1% pada Jumat (12/7).

ADVERTISEMENT

Dari kawasan Asia, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan melambat menjadi 5% yoy pada kuartal II-2024 dari 5,3% pada kuartal I-2024. “Meski melambat, kondisi tersebut memperkuat keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi China tahun ini pada kisaran 5%,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (14/7/2024).

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan dua data penting, yaitu neraca perdagangan dan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang masing-masing akan dirilis pada Senin (15/7) dan Rabu (17/7).

Konsensus analis memperkirakan surplus neraca perdagangan RI naik menjadi US$ 2,98 miliar pada Juni 2024 dari US$ 2,93 miliar pada Mei 2024. Selanjutnya, RDG BI diyakini akan menahan suku bunga acuan sebesar 6,25%. Pasar juga menantikan pandangan BI terkait peluang pemangkasan suku bunga tahun ini, seiring perkembangan terkini kondisi eksternal.

Rekomendasi Saham 

Dengan berbagai faktor yang ada, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG menguat pada Senin (15/7). Level tertinggi (resistance) IHSG diperkirakan di 7.400, pivot di 7.350, dan level terendah (support) di 7.300.

“Saham-saham yang dapat diperhatikan meliputi saham bank, ICBP, MAPI, MYOR, INTP, dan ADMR,” sebut perusahaan efek tersebut.

Sementara itu, DBS meyakini bahwa era bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) akan berganti menjadi rezim bunga rendah. Bank investasi ini memprediksi The Fed menurunkan suku bunga acuan (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) setiap kuartal mulai kuartal IV-2024.

Dengan demikian, akhir tahun ini, FFR akan bertengger di level 5,25% dan turun lagi menjadi 4,25% pada akhir 2025. Ini akan membuat rupiah menguat hingga kembali di bawah Rp 16 ribu per dolar AS. Itu akan berdampak positif bagi pasar saham, dalam hal ini IHSG.

Sebab itu, DBS menaikkan rekomendasi pasar saham Indonesia dari netral menjadi positif, yang ditopang oleh proyeksi penguatan rupiah pada paruh kedua 2024. DBS mematok target IHSG akhir 2024 di level 7.750, turun dari sebelumnya 7.990. Ini lantaran revisi proyeksi penurunan suku bunga acuan dan pertumbuhan laba bersih serta fenomena de-rating di semua pasar saham negara berkembang.

Ada enam saham yang dijagokan broker asing top ini yang diyakini bakal memberikan return menarik. Enam saham tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Rekomendasi untuk saham BMRI, JPFA, ASII, TLKM, BBCA, dan HEAL tersebut adalah buy. Target harga masing-masing sebesar Rp 8.300, Rp 1.400, Rp 6.000, Rp 4.650, Rp 10.875, dan Rp 1.585.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia