Jumat, 15 Mei 2026

Cek Saham Keuangan Murah dengan Yield Dividen 13%

Penulis : Harso Kurniawan
30 Aug 2024 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Yazid mengungkapkan, kenaikan signifikan premi neto dari segmen-segmen tersebut menunjukkan penguatan pangsa pasar TUGU, mengingat posisi perseroan yang menjadi market leader. TUGU mempertahankan posisinya menjadi top 5 general insurance di segmen-segmen tersebut.

Dia menyatakan, beban komisi neto memang naik 54% menjadi Rp 366 miliar. Namun, hal ini dinilai wajar, seiring pertumbuhan premi signifikan. Selain itu, rasionya masih terjaga di bawah 20%.

Selain pertumbuhan premi neto yang melonjak, dia melanjutkan, TUGU juga mampu menurunkan loss ratio, sehingga dapat mempertebal underwriting profit dan margin. Usut punya usut, loss ratio TUGU pada semester I-2024 mencapai 52,9% atau turun jauh dari 60,6% di semester I-2023.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut tercermin pada beban klaim neto yang hanya tumbuh 17% sepanjang semester I-2024 senilai Rp 1,08 triliun. Ini jauh lebih rendah dibandingkan beban pertumbuhan premi neto.

Setelah mengurangkan pendapatan premi neto dari beban komisi dan klaim, laba underwriting TUGU mencapai Rp 593 miliar pada paruh pertama tahun 2024, naik 64% dibandingkan kurun waktu sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan laba underwriting tersebut didongkrak oleh empat segmen utama, yaitu kebakaran, rekayasa, rangka kapal dan penerbangan. Ada improvement signifikan dari segmen tersebut yang menunjukkan kemampuan TUGU memanfaatkan momentum pertumbuhan sekaligus manajemen risiko yang baik, meski ada peningkatan beban komisi yang masih sangat wajar” ungkap Yazid.

Yazid memperkirakan kinerja TUGU pada semester II tahun ini juga masih sejalan dan tetap solid. Kemampuan perseroan mempertebal margin underwriting diyakini menjadi modal kuat untuk mendongkrak kinerja operasional.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia