Jumat, 15 Mei 2026

SUN Dibanjiri Sentimen Positif, Imbal Hasil Bergerak di Kisaran Ini

Penulis : M. Ghafur Fadillah
9 Sep 2024 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi. (Image by mindandi on Freepik)
Ilustrasi investasi. (Image by mindandi on Freepik)

JAKARTA, investor.id – Surat Utang Negara (SUN) bakal dibanjiri sentimen positif pada pekan ini. Mulai dari ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, dan penguatan rupiah yang stabil. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan minat investor, baik domestik maupun asing. Untuk itu, SUN dengan imbal hasil tenor 10 tahun diproyeksikan bergerak di kisaran ini.

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mengungkapkan, pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut terhadap imbal hasil obligasi AS, membuat pasar Indonesia menjadi lebih menarik bagi investor.

“Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 hingga 50 basis poin, dan kemungkinan Bank Indonesia (BI) ikut menyesuaikan suku bunganya pada bulan ini, kita akan melihat minat asing meningkat terhadap surat utang berdenominasi rupiah,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (8/9/2024).

ADVERTISEMENT

Fikri menjelaskan, meskipun pasar masih menunggu hasil pertemuan FOMC pada 18 September, ada ekspektasi kuat bahwa BI dapat memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam waktu dekat, seiring dengan potensi pemangkasan suku bunga yang lebih agresif dari The Fed.

"Jika The Fed memangkas suku bunganya sebesar 50 basis poin, BI mungkin akan melakukan pemotongan lagi pada Oktober," tambah Fikri.

Menurutnya, pemangkasan suku bunga dari kedua bank sentral utama tersebut akan menekan imbal hasil surat utang negara. "Imbal hasil tenor 10 tahun diprediksi akan bergerak di kisaran 6,2-6,5%, atau mengalami pemangkasan 10-15 basis poin dari posisi saat ini," jelasnya.

Fikri juga menyebutkan bahwa dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mendatang, investor kemungkinan besar akan mengincar surat utang dengan tenor menengah hingga panjang, seperti PBS-004 dengan tenor sekitar 7 tahun, kemudian PBS-30 dengan tenor 12 tahun, dan surat utang terpanjang lainnya.

"Imbal hasil surat utang dengan tenor panjang saat ini masih sangat menarik, terutama mengingat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia," katanya.

Permintaan Domestik

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia