Emiten Emas Sahamnya Jadi Rebutan, Harga Naik, Ada Apa?
Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan J Resources (PSAB) Edi Permadi memberikan jawabannya dalam surat tertanggal 7 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, sampai dengan tanggal surat ini, perseroan tidak mengetahui informasi terkait dengan pemberitaan tersebut dan informasi dalam pemberitaan tersebut tidak bersumber dari manajemen perseroan dan perseroan tidak pernah memberikan konfirmasi apapun mengenai pemberitaan tersebut.
“Apabila terdapat informasi yang wajar mengenai rencana akuisisi perseroan, perseroan akan melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah perseroan menerima informasi tersebut dari pengendali perseroan,” papar Edi.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemegang saham publik beserta investor agar memperhatikan keterbukaan informasi resmi yang dilakukan oleh perseroan sebelum membuat keputusan investasi terkait dengan perseroan.
J Resources Asia Pasifik (PSAB) mengelola dan berinvestasi pada bisnis pertambangan emas di wilayah Australasia, melalui anak perusahaannya. Didirikan pada bulan Januari 2002 dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi, dan melakukan IPO pada bulan April 2003. Perusahaan memiliki dua tambang emas yang berlokasi di Penjom (Malaysia), dan Lanut (Sulawesi Utara, Indonesia).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





