Jumat, 15 Mei 2026

Bio Farma Incar Kontrak Ekspor Vaksin Tahun Depan Rp 3 Triliun

Penulis : Sella Rizky Deviani
1 Nov 2024 | 15:55 WIB
BAGIKAN
Wakil Direktur Utama Bio Farma Soleh Ayubi
Wakil Direktur Utama Bio Farma Soleh Ayubi

Dia menyebut, saat ini pabrik Bio Farma di Pasteur, Bandung, telah memproduksi vaksin hingga 3,1 miliar dosis dan jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi permintaan, sehingga perseroan bakal membangun pabrik baru untuk menggenjot kapasitas produksi vaksin.

"Kami akan tingkatkan (produksi) beberapa kali lipat dan ini tidak mungkin kami lakukan di pabrik kami yang di Bandung saja. Apalagi, (pabrik) itu dibangun 130 tahun lalu di tengah hutan. Karena itu, kami sedang mencari tempat baru supaya dapat digunakan 50-100 tahun ke depan,” beber Soleh.

Dengan meningkatnya kapasitas produksi, Soleh berharap, dapat meningkatkan pendapatan Bio Farma terutama dari hasil aktivitas suplai ke pasar ekspor. Mengingat, margin dari pasar ekspor cukup tebal.

ADVERTISEMENT

“Kami punya aspirasi internal untuk ekspor 10 tahun ke depan untuk menaikkan kapasitas produksi sampai 10 kali lipat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, Kementerian BUMN akan terus mengupayakan agar Bio farma bisa menjalin kerja sama dengan banyak pihak di berbagai negara. Harapannya, Bio Farma bisa menjadi salah satu pusat produksi vaksin dunia di mana cikal bakalnya sudah ada.

“Bahkan, kami akan dorong produksinya bisa meningkat lima kali lipat. Berbagai jenis vaksin ada serviks dan lain-lain. Di Inggris, kami tanda tangan dengan salah satu perusahaan Skotlandia untuk kelainan darah. Ini penting,” tutup Erick. 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia