The Fed Isyaratkan Pemangkasan Suku Bunga Secara Bertahap
Pasar mencerminkan pandangan serupa, dengan probabilitas pemangkasan suku bunga Desember turun di bawah 60%. Proyeksi pasar saat ini hanya mengantisipasi pemangkasan total sebesar 0,75% hingga akhir 2025.
Diskusi dalam rapat tersebut sebagian besar berfokus pada perkembangan inflasi dan stabilitas ekonomi. Pejabat The Fed yakin bahwa kenaikan inflasi saat ini dipengaruhi oleh biaya tempat tinggal, yang diperkirakan akan melambat seiring berkurangnya kenaikan harga sewa.
“Hampir semua peserta menilai bahwa, meskipun pergerakan bulanan akan tetap fluktuatif, data yang masuk secara umum konsisten dengan inflasi yang kembali ke 2% secara berkelanjutan,” ungkap risalah tersebut.
Risalah juga mencatat bahwa beberapa faktor seperti berkurangnya daya tawar bisnis dalam menetapkan harga, kebijakan moneter yang tetap restriktif, dan ekspektasi inflasi jangka panjang yang terjaga akan terus memberikan tekanan penurunan pada inflasi.
Di sisi lain, pasar tenaga kerja tetap menjadi perhatian. Kenaikan nonfarm payrolls yang hanya 12.000 pada Oktober dianggap dipengaruhi oleh badai di wilayah tenggara AS dan aksi mogok kerja.
Meski demikian, para pejabat optimistis bahwa pasar tenaga kerja masih stabil. “Peserta rapat umumnya mencatat bahwa tidak ada tanda-tanda penurunan tajam di pasar tenaga kerja, dengan tingkat PHK yang tetap rendah,” demikian isi risalah tersebut.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






