Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Isyaratkan Pemangkasan Suku Bunga Secara Bertahap

Penulis : Indah Handayani
27 Nov 2024 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Tampak depan gedung Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Jesse Hamilton/CoinDesk)
Tampak depan gedung Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Jesse Hamilton/CoinDesk)

WASHINGTON, investor.id – Para pejabat The Fed menunjukkan keyakinan bahwa inflasi mulai terkendali dan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) tetap kuat, serta mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga akan terus dilakukan, namun dengan langkah yang bertahap. Hal itu terungkap dalam risalah pertemuan November yang dirilis pada Selasa (26/11/2024).

Risalah rapat tersebut mengungkapkan bahwa meski inflasi saat ini masih di atas target 2% yang ditetapkan The Fed, para pejabat menilai sesuai dengan tren penurunan yang sedang berlangsung. Dengan kondisi pasar tenaga kerja yang stabil, Federal Open Market Committee (FOMC) memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan memungkinkan, meski waktu dan besaranya belum ditentukan.

“Dalam membahas kebijakan moneter, para peserta rapat memperkirakan bahwa jika data yang masuk sesuai ekspektasi, dengan inflasi terus menurun menuju 2% dan ekonomi tetap mendekati lapangan kerja maksimum, maka akan tepat untuk secara bertahap bergerak menuju kebijakan yang lebih netral dari waktu ke waktu,” demikian pernyataan dalam risalah tersebut.

ADVERTISEMENT

Pada rapat tersebut, FOMC sepakat secara bulat memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25% menjadi kisaran target 4,5%-4,75%. Meski pasar memperkirakan pemangkasan lebih lanjut pada Desember, keyakinan mulai melemah seiring kekhawatiran bahwa rencana tarif Presiden terpilih AS Donald Trump dapat memicu kenaikan inflasi.

Rapat ini berlangsung dua hari setelah hasil pemilu presiden yang memicu volatilitas pasar saham. Meski demikian, risalah rapat tidak menyebutkan dampak politik maupun kebijakan fiskal dari kemenangan Trump, termasuk rencananya untuk menurunkan pajak dan melakukan deregulasi besar-besaran.

Namun, para pejabat mencatat adanya tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai kondisi ekonomi ke depan, termasuk di mana titik ‘netral’ suku bunga yang tidak mendorong atau menekan pertumbuhan.

“Banyak peserta rapat mengamati bahwa ketidakpastian terkait tingkat suku bunga netral menyulitkan penilaian tingkat ketatnya kebijakan moneter dan, menurut pandangan mereka, membuat pendekatan pengurangan yang bertahap menjadi lebih tepat,” tulis risalah tersebut.

Proyeksi Pasar

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia