Saham Emiten Grup Agung Sedayu & Salim Saingi Sinar Mas
BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan, meski 65% perusahaan dalam cakupan risetnya melaporkan perolehan laba kuartal III-2024 yang sesuai ekspektasi, hasil keseluruhan tetap mengecewakan, terutama di beberapa sektor yang berfokus pada pasar domestik seperti barang konsumen, telekomunikasi, dan semen.
Akibatnya, proyeksi pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) tahun 2024 dan 2025 diturunkan menjadi 2,4% dan 9,3%.
“Penurunan pertumbuhan pendapatan dan laba operasi di sebagian besar sektor yang berfokus pada pasar domestik mengharuskan kenaikan harga pada kuartal IV-2024 untuk memulihkan margin,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi dalam risetnya.
Sejalan dengan revisi prospek pertumbuhan laba per saham (EPS), BRI Danareksa Sekuritas telah menurunkan target indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun ini menjadi 7.448. Target tersebut berdasarkan P/E multiple sebesar 13 kali atau setara standar deviasi (SD) -0,5 dari rata-rata 5 tahun. Adapun target bull/bear di level 7.700/7.200.
Baca Juga:
Saham ITMG dan PTBA Hold Dulu, ADRO?BRI Danareksa Sekuritas lebih memilih eksposur di sektor defensif dan berkualitas, yaitu Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Indosat (ISAT), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Medikaloka Hermina (HEAL).
Rekomendasi untuk saham ICBP, ISAT, MAPI, dan HEAL adalah beli. Target harga ICBP dipatok sebesar Rp 14.000, ISAT Rp 3.800, MAPI Rp 2.000, dan HEAL Rp 2.000.
Kemudian, emiten dengan perbaikan laba seperti GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan emiten dengan lindung nilai dolar AS, yakni United Tractors (UNTR). Rekomendasi untuk saham GOTO dan UNTR juga beli. Target harga GOTO Rp 90 dan UNTR Rp 31.000.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






