Jumat, 15 Mei 2026

Saham AADI Ada yang Borong, Disebut Bakal Begini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Des 2024 | 08:08 WIB
BAGIKAN
Adaro Andalan Indonesia (AADI). Perseroan
Adaro Andalan Indonesia (AADI). Perseroan

Di sisi lain, di pasar reguler ARA kemarin merupakan ketiga kalinya saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) menembus ARA sejak perdana listing pada 5 Desember lalu.

Research Analyst RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan saham AADI diserbu oleh investor bukan tanpa alasan. Afiliasinya dengan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membuat AADI menjadi menarik dan dipandang berpotensi menguntungkan.

"Hal ini cukup wajar. Ketika satu saham melakukan IPO, di beberapa hari pertama setelah saham itu IPO, memang saham tersebut biasanya mengalami lonjakan atau volatilitas yang cukup tinggi. Memang kecenderungannya lebih sering ke auto rejection atas dan itu biasanya terjadi dalam beberapa hari,” ungkapnya kepada B-Universe di BEI Jakarta, Senin (9/12/2024).

ADVERTISEMENT

“Khusus untuk AADI memang kita lihat dari awal ketika masa penawaran IPO, saham ini kan sudah oversubscribe hampir sekitar 8 kali. Dan itu memang menunjukkan minat dari para investor untuk membeli saham ini. Dan dari oversubscribe yang hampir 8 kali itu sebenarnya yang mengarah kepada bahwa potensi auto rejection dalam beberapa hari perdagangan," ucap Wafi.

Pergerakan saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) yang menembus ARA dipandang wajar oleh Wafi. Lebih lanjut, Wafi menjelaskan bahwa secara historis saham-saham yang baru IPO akan menemukan harga stabilnya setelah lima hari perdagangan. Sementara, hingga hari ini AADI baru diperdagangkan selama tiga hari.

"Jadi mungkin para investor yang masih belum masuk atau mendapatkan sahamnya AADI agar lebih berhati-hati lagi jika ingin masuk di level-level saat ini. Mungkin bisa dipertimbangkan menunggu momen-momen koreksi atau misalkan memang melalui jalur PUPS melalui ADRO," tambah Wafi.

Terakhir, analisis Wafi mengatakan bahwa momentum AADI masih cenderung positif.

"Sebenarnya untuk saat ini kelihatannya secara momentum masih cukup positif. Jadi kelihatannya masih bisa melanjutkan kenaikannya. Saya rasa mungkin di sekitar hari ke-5 atau mungkin hari ke-6 mungkin paling cepat di hari ke-4 mungkin terjadi koreksi," tutup Wafi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia