Jumat, 15 Mei 2026

4 Saham Top, Bagus buat Long Term

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Des 2024 | 07:33 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Saham empat bank besar melemah pada perdagangan Jumat, 13 Desember 2024 pekan lalu.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA memerah 1,23% ke Rp 10.050. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI melemah 2,11% ke Rp 4.170. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,63% ke Rp 6.025. Dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI melemah 3,07% ke Rp 4.730.

Sementara itu, riset Sucor Sekuritas yang dirilis pada 10 Desember 2024 menyebutkan bahwa perkembangan geopolitik terkini, khususnya meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Eropa Timur, telah menambah ketidakpastian yang signifikan pada pasar keuangan global.

ADVERTISEMENT

Ketegangan ini berkontribusi pada penghindaran risiko di kalangan investor, sehingga menyebabkan arus keluar dana dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Dampaknya terutama terlihat pada saham-saham blue chip perbankan Indonesia seperti BBRI, BMRI, BBNI dan BBCA yang dinilai sensitif terhadap pergerakan modal global,” jelas Sucor Sekuritas.

Long Term

Broker tersebut juga mengungkap meskipun sektor perbankan menghadapi tantangan jangka pendek, prospek pertumbuhan jangka panjangnya alias long term tetap optimis, didukung oleh reformasi struktural perekonomian Indonesia.

Inisiatif yang didorong oleh pemerintah dalam hilirisasi mineral, pertanian, dan reformasi energi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan PDB dalam jangka menengah dan panjang.

“Valuasi di sektor perbankan menjadi semakin menarik, dengan bank-bank besar melakukan perdagangan mendekati rata-rata PBV dalam 10 tahun,” papar Sucor Sekuritas.

Selain itu, imbal hasil dividen yang menarik memberikan perlindungan terhadap penurunan, dengan BBRI, BMRI, dan BBNI menawarkan imbal hasil masing-masing sekitar 8%, 6%, dan 6%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia