Jumat, 15 Mei 2026

Serok Peluang Cuan dari Saham MAPA, TBIG, dan ISAT di Tengah Sentimen Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
16 Des 2024 | 09:40 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Pada pekan ini para pelaku pasar modal akan fokus pada sentimen positif suku bunga dari domestik dan global. Untuk itu Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan serok peluang cuan dari saham MAPA, TBIG dan ISAT.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan, sentimen pergerakan IHSG pekan lalu yakni aliran dana asing keluar (outflow) yang mencapai Rp1,9 Triliun di pasar reguler. Data ini mencerminkan adanya tekanan jual dari investor asing. "Kondisi ini juga menunjukkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap perkembangan global terutama keputusan suku bunga the Fed dan Bank of Japan di pekan ini," ungkap David dalam risetnya, Senin (16/12/2024).

Dari dalam negeri, David menyampaikan pada pekan ini, tepatnya 16 Desember 2024 dari domestik akan dirilis data export-import Indonesia. Sebagai gambaran perdagangan Indonesia menyempit menjadi US$ 2,47 miliar pada Oktober 2024, turun dari US$ 3,47 miliar pada bulan yang sama di tahun sebelumnya dan di bawah estimasi pasar sebesar US$ 3,05 miliar. Ini menandai surplus perdagangan terkecil sejak Juni, terutama karena lonjakan impor.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya pada 18 Desember 2024, Bank Indonesia diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level 6% selama rapat November 2024, sesuai dengan ekspektasi banyak pihak. Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas Rupiah dalam menanggapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, khususnya perkembangan di Amerika Serikat.

"Keputusan ini juga berupaya memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% untuk tahun 2024 dan 2025, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucapnya.

Diketahui, Rupiah telah terdepresiasi sebesar 0,84% secara bulanan, terutama didorong oleh penguatan Dolar AS secara luas dan pergeseran preferensi investor global terhadap aset AS menyusul hasil pemilu AS. Sementara itu, tingkat inflasi tahunan Indonesia menurun menjadi 1,71% pada Oktober 2024 dari 1,84% pada bulan sebelumnya. Angka ini terendah sejak Oktober 2021 dan tetap berada dalam kisaran sasaran bank sentral.

Berkaca pada sejumlah sentimen di atas, Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan serok peluang cuan dari saham MAPA, TBIG dan ISAT, yaitu:

1. Buy MAPA

- Current Price: 1.040

- Entry: 1.040

- Target Price: 1.140

- Stop Loss: 985

- Risk to Reward Ratio: 1:1,8

- PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang bergerak di sektor retail akan menjadi salah satu emiten favorit akhir tahun, sentimen ini juga didukung dengan data makro ekonomi yaitu IKK yang naik di level 125,9. Saat ini MAPA bergerak di atas rata-rata indikator MA5 & MA20 dan selama MAPA mampu bergerak di atas MA50 maka ada potensi untuk MAPA uji area resist penting di level 1.170.

2. Buy TBIG

- Current Price: 2.985

- Entry: 2.030

- Target Price: 2.170

- Stop Loss: 1.970

- Risk to Reward Ratio: 1:2,3

- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memiliki probability kenaikan 60% di bulan Desember dalam 5 tahun terakhir dan dalam jangka pendek ada potensi untuk TBIG breakout dan keluar dari area sideways-nya. Menariknya, indikator MACD mulai terlihat bullish dan histogram bergerak positif. TBIG yang selama ini sering kali menerbitkan obligasi untuk mendapatkan pinjaman, di era suku bunga yang lebih murah memiliki kesempatan untuk mendapatkan pinjaman yang bonafit dengan melihat ruang dan kesempatan sektor tower dan telekomunikasi yang masih luas.

3. Buy ISAT

- Current Price: 2.630

- Entry: 2.630

- Target Price: 2.820

- Stop Loss: 2.520

- Risk to Reward Ratio: 1:1,7

- PT Indosat Tbk (ISAT) saat ini bergerak di atas rata-rata harian MA5 & MA20, terlihat juga ISAT mulai keluar dari area downtrend channelnya dan indikator MACD bergerak di area bullish serta kenaikan kemarin didukung dengan high volume breakout.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia