Jumat, 15 Mei 2026

Saham Bagus Dividen Besar, Tapi Kok Merah? Jangan Khawatir

Penulis : Thresa Sandra Desfika
18 Des 2024 | 07:30 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Meskipun hal ini merupakan kabar baik bagi para pemegang saham, beber Sucor Sekuritas, masih terdapat tantangan jangka pendek yang harus diwaspadai.

“Situasi perekonomian saat ini tidaklah mudah. Rupiah melemah, imbal hasil treasury AS meningkat, belanja konsumen masih berada di bawah tekanan, likuiditas pasar ketat, dan ketegangan geopolitik semakin memanas. Semua faktor ini berarti sektor perbankan harus ekstra hati-hati,” terang broker tersebut.

Arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia masih signifikan. Selama 20 hari perdagangan terakhir, tulis Sucor Sekuritas, rata-rata dana asing keluar setiap harinya sebesar Rp 352 miliar. Secara ytd, total arus keluar asing telah mencapai Rp 35,5 triliun.

Sucor Sekuritas menyebutkan, ada juga kekhawatiran pertumbuhan laba Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI yang melambat di 4Q24 disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu pertumbuhan pinjaman yang melambat, biaya pendanaan yang masih tinggi, dan biaya kredit yang meningkat. Masalah-masalah ini dapat membuat kinerja pada kuartal terakhir menjadi kurang mengesankan.

ADVERTISEMENT

Namun jika melihat perjalanan BBRI pada 10M24, ungkap Sucor, masih terdapat beberapa hal positif. Bank mencatatkan laba bersih sebesar Rp 45,7 triliun, naik tipis 5% yoy.

“Pertumbuhan ini sebagian besar ditopang oleh PPOP yang mencapai Rp 89,5 triliun, tumbuh 15% yoy. Sayangnya, hal ini diimbangi oleh peningkatan biaya pencadangan sebesar 36% yoy, karena bank bersiap menghadapi potensi risiko dalam lingkungan ekonomi yang menantang,” terang mereka.

“Meskipun dividen BBRI terasa bermanfaat, jelas bahwa tantangan jangka pendek masih ada,” sambung Sucor.

Sucor Sekuritas percaya investor harus wait and see sampai sentimen pasar membaik. Jujur saja, kondisi saat ini masih berat bagi pergerakan harga saham BBRI.

Sebelum berinvestasi lebih jauh pada saham, penting untuk memantau faktor-faktor utama seperti perbaikan kualitas kredit. Karena hal ini akan menentukan kemampuan BBRI dalam meminimalkan kredit macet.

Kendati demikian, menurut Sucor Sekuritas, profitabilitas BBRI tetap solid, didukung oleh PPOP yang kuat dan tumbuh, yang mencerminkan efisiensi operasionalnya.

Dengan fundamental yang kuat tersebut, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI dengan target harga Rp 6.000.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia