Saham Bagus Dividen Besar, Tapi Kok Merah? Jangan Khawatir
Meskipun hal ini merupakan kabar baik bagi para pemegang saham, beber Sucor Sekuritas, masih terdapat tantangan jangka pendek yang harus diwaspadai.
“Situasi perekonomian saat ini tidaklah mudah. Rupiah melemah, imbal hasil treasury AS meningkat, belanja konsumen masih berada di bawah tekanan, likuiditas pasar ketat, dan ketegangan geopolitik semakin memanas. Semua faktor ini berarti sektor perbankan harus ekstra hati-hati,” terang broker tersebut.
Arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia masih signifikan. Selama 20 hari perdagangan terakhir, tulis Sucor Sekuritas, rata-rata dana asing keluar setiap harinya sebesar Rp 352 miliar. Secara ytd, total arus keluar asing telah mencapai Rp 35,5 triliun.
Sucor Sekuritas menyebutkan, ada juga kekhawatiran pertumbuhan laba Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI yang melambat di 4Q24 disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu pertumbuhan pinjaman yang melambat, biaya pendanaan yang masih tinggi, dan biaya kredit yang meningkat. Masalah-masalah ini dapat membuat kinerja pada kuartal terakhir menjadi kurang mengesankan.
Namun jika melihat perjalanan BBRI pada 10M24, ungkap Sucor, masih terdapat beberapa hal positif. Bank mencatatkan laba bersih sebesar Rp 45,7 triliun, naik tipis 5% yoy.
“Pertumbuhan ini sebagian besar ditopang oleh PPOP yang mencapai Rp 89,5 triliun, tumbuh 15% yoy. Sayangnya, hal ini diimbangi oleh peningkatan biaya pencadangan sebesar 36% yoy, karena bank bersiap menghadapi potensi risiko dalam lingkungan ekonomi yang menantang,” terang mereka.
“Meskipun dividen BBRI terasa bermanfaat, jelas bahwa tantangan jangka pendek masih ada,” sambung Sucor.
Sucor Sekuritas percaya investor harus wait and see sampai sentimen pasar membaik. Jujur saja, kondisi saat ini masih berat bagi pergerakan harga saham BBRI.
Sebelum berinvestasi lebih jauh pada saham, penting untuk memantau faktor-faktor utama seperti perbaikan kualitas kredit. Karena hal ini akan menentukan kemampuan BBRI dalam meminimalkan kredit macet.
Kendati demikian, menurut Sucor Sekuritas, profitabilitas BBRI tetap solid, didukung oleh PPOP yang kuat dan tumbuh, yang mencerminkan efisiensi operasionalnya.
Dengan fundamental yang kuat tersebut, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI dengan target harga Rp 6.000.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






