Rupiah Dibuka Menguat Saat Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga Global
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi (18/12/2024). Pasar menanti keputusan suku bunga global dari bank sentral utama akhir minggu ini, termasuk The Fed dan Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.09 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 20,5 poin (0,13%) berada di level Rp 16.080 per dolar AS. Pada perdagangan Selasa (17/12/2024), mata uang rupiah ditutup ditutup anjlok 98 point (0,6%) berada di level Rp 16.099 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dollar terpantau melemah 0,015 poin (0,01%) menjadi 106,92. Sedangkan imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun naik 0,106 menjadi 7,17% pada Rabu pagi (18/12/2024).
Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi Eksternal memprediksi, mata uang rupiah fluktuatif pada hari ini. “Namun, ditutup melemah direntang Rp 16.080- 16.170," ungkap Ibrahim, Selasa (17/12/2024).
Menurut Ibrahim, asar menunggu keputusan suku bunga dari bank sentral utama akhir minggu ini, sementara data ekonomi China yang lemah yang dirilis sehari sebelumnya mengikis sentimen risiko.
"Selain pertemuan The Fed, keputusan suku bunga dari Jepang dan Indonesia, menjadi fokus minggu ini," tambahnya.
Dalam pertemuan The Fed minggu ini, lanjut Ibrahim, bank sentral diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, tetapi juga menandai laju pemangkasan yang lebih lambat untuk 2025.
Prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung pertumbuhan ekonomi. "Namun, ketidakpastian seputar arah kebijakan Fed di masa mendatang telah menimbulkan keraguan pasar," ucap Ibrahim.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






