Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Modal Indonesia Dapat Berkontribusi 61% dari Target Investasi Rp 14 Ribu Triliun

Penulis : Alfida Rizky Febrianna / Hilman Prayitno
30 Des 2024 | 22:13 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama BEI Iman Rachman bersama jajaran direksi BEI saat penutupan perdagangan BEI Tahun 2024, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (30/12/2024).
Direktur Utama BEI Iman Rachman bersama jajaran direksi BEI saat penutupan perdagangan BEI Tahun 2024, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (30/12/2024).

JAKARTA, investor.id – Pasar modal Indonesia diyakini dapat berkontribusi besar hingga 61% dalam mencapai target investasi selama 5 tahun ke depan. Diketahui, Indonesia membutuhkan investasi hingga Rp 14 ribu triliun pada 2029 untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.

“Dari kebutuhan investasi tambahan selama 5 tahun ke depan yang diestimasikan sekitar Rp 14 ribu triliun, pasar modal berpotensi berkontribusi hingga 61% melalui aktivitas penggalangan dana,” tutur Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman saat Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2024, Senin (30/12/2024).

Iman merincikan, kontribusi sebesar 61% terdiri dari kontribusi langsung melalui fundraising yang diperkirakan mencapai Rp 1.500 triliun selama 5 tahun mendatang, melalui inisiatif seperti lighthouse IPO, penawaran umum BUMN, dan efisiensi proses right issue.

ADVERTISEMENT

"Kemudian, kontribusi tidak langsung melalui peningkatan valuasi perusahaan tercatat yang memberikan leverage untuk pendanaan melalui hutang hingga Rp 6.800 triliun," katanya

Menurutnya, infrastruktur pasar modal yang efisien juga memainkan peran penting dalam menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi nasional.

Selain itu, ekspansi bisnis perusahaan tercatat dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan daya beli, sehingga akhirnya berdampak pada komponen konsumsi rumah tangga dari produk domestik bruto.

"Kontribusi perusahaan tercatat baik melalui setoran pajak negara yang mencapai Rp 165 triliun maupun dividen ke investor yang mencapai Rp 367 triliun pada tahun 2023 menjadi bukti nyata dampak positif pasar modal bagi perekonomian Indonesia," ujarnya.

Adapun, Iman mengatakan, potensi ini hanya dapat terwujud jika seluruh pemangku kepentingan yaitu pemerintah, regulator, korporasi, dan investor bersinergi untuk memajukan pasar modal yang lebih inklusif, transparan, dan berdaya saing global. 

"Bersama-sama kita dapat wujudkan cita-cita besar untuk ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan," pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia