Harga Emas Tergelincir Menjelang Rilis Bejibun Data AS
Presiden terpilih AS Donald Trump, yang akan dilantik pada 20 Januari, diperkirakan akan mendorong inflasi lebih tinggi melalui kebijakan tarif dan proteksionisme yang diusulkannya.
“Ada spekulasi bahwa Trump akan mengurangi tarif. Jika harga komoditas naik, inflasi akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.
Kini, pelaku pasar menantikan rilis sejumlah data ekonomi AS. Mulai dari laporan pekerjaan AS pada Jumat (10/1/2025), yang diperkirakan akan memberikan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed ke depan. Data lowongan kerja AS yang akan dirilis pada Selasa (7/1/2025), laporan ketenagakerjaan ADP, dan risalah pertemuan kebijakan terbaru The Fed pada Rabu (8/1/2025) juga menjadi fokus perhatian.
Pelemahan juga terjadi pada platinum sebesar 1,1% menjadi US$ 928,05 dan paladium yang melemah 0,5% ke US$ 917,96 per ons. Sedangkan perak spot malah naik 1,1% menjadi US$ 29,94 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






