Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Menguat Didorong Faktor Geopolitik dan Tarif Impor Trump

Penulis : Indah Handayani
7 Jan 2025 | 11:15 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas, Sumber: Antara
ilustrasi harga emas, Sumber: Antara

Lebih lanjut Andy mengatakan, pasar emas juga tengah menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pada Jumat. Data ini menjadi acuan penting bagi The Fed untuk menentukan arah kebijakan moneternya.

Saat ini, CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas rendah (10%) akan adanya penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Januari. “Namun, ketidakpastian tetap tinggi, terutama menjelang pelantikan Donald Trump pada 20 Januari,” jelas dia.

Andy mengatakan, imbal hasil obligasi AS 10 tahun, yang sempat mencapai 4,639% minggu lalu, turun ke level 4,62% pada Senin. Penurunan imbal hasil ini memberikan sedikit dukungan bagi harga emas. Namun, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed yang tetap bergantung pada data memberikan tekanan pada pergerakan emas jangka pendek.

ADVERTISEMENT

Secara keseluruhan, Andy memaparkan, emas masih menunjukkan tren bullish yang solid didukung oleh ketidakpastian geopolitik dan rencana kebijakan tarif global Presiden terpilih Donald Trump. Kombinasi faktor fundamental dan teknikal memberikan peluang bagi emas untuk bergerak naik ke level US$ 2.645.

“Namun, para trader juga perlu waspada terhadap potensi koreksi harga hingga US$ 2.622 jika terjadi reversal,” tutup Andy.

Pasar akan terus memantau perkembangan data ekonomi global, terutama rilis Nonfarm Payrolls AS dan kebijakan The Fed, yang kemungkinan besar akan menjadi penggerak utama harga emas dalam waktu dekat.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia