Rupiah Jatuh, Terpengaruh AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka jatuh pada Senin pagi (13/1/2025). Hal itu karena penguatan dolar akibat AS memberikan sanksi baru terhadap minyak Rusia.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.07 WIB di pasar spot exchange, rupiah jatuh 82,5 poin (0,51%) ke level Rp 16.272 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat (10/1/2025), mata uang rupiah sempat ditutup menguat 27 poin berada di level Rp 16.190 per dolar AS.
Baca Juga:
EkonomSementara itu, indeks dollar terpantau naik 0,03 poin (0,03%) menjadi 109,67. Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terlihat turun 0,01 di level 4,76.
Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS diprediksi akan terus menguat dan berada di kisaran support 109,2 dan resistance 110 pada pekan ini.
Menurut Ibrahim, penguatan dolar AS tersebut ditopang keputusan presiden AS Joe Biden yang memberikan sanksi terbaru terhadap minyak Rusia, kapal tanker, perantara, pedagang, dan pelabuhan.
"Hal itu akan membuat Rusia sulit mengekspor minyak ke konsumen utamanya, yaitu China dan India. Kebijakan ini hadir menyusul langkah Eropa yang memberlakukan sanksi terhadap gas alam Rusia,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (13/1/2025).
Ketegangan Geopolitik
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






