Rupiah Menguat Saat Pasar Menanti Data Inflasi AS
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Selasa pagi (14/1/2025). Di saat pasar menanti data inflasi AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB di pasar spot exchange, rupiah naik 10,5 poin (0,06%) ke level Rp 16.272,5 per dolar AS. Pada perdagangan Senin (13/1/2025), mata uang rupiah sempat ditutup terkoreksi 93 poin berada di level Rp 16.283 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dollar terpantau turun 0,36 poin (0,33%) menjadi 109,59. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun melemah 0,03 di level 4,77 pada Senin (14/1/2025).
Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah fluktuatif. "Namun, ditutup melemah direntang Rp 16.1270 – 16.350,” ungkap Ibrahim, Senin (13/1/2025).
Baca Juga:
Ekonom Waswas soal Tren RupiahIbrahim menjelaskan, saat ini investor fokus pada data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu (15/1/2025). Hal itu untuk isyarat lebih lanjut tentang prospek suku bunga The Fed. Bank sentral mengisyaratkan bahwa inflasi yang kuat dan kekuatan di pasar tenaga kerja akan memberinya lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga tinggi.
Analis Goldman Sachs mengatakan dalam catatan baru-baru ini bahwa mereka sekarang memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga hanya dua kali tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya tentang tiga kali pemotongan. Suku bunga terminal bank sentral juga diperkirakan akan lebih tinggi dalam siklus pelonggaran ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






