Jumat, 15 Mei 2026

Dividen BBRI Segini, Ada yang Ramal Sahamnya

Penulis : Thresa Sandra Desfika / Rama Sukarta
15 Jan 2025 | 07:00 WIB
BAGIKAN
BRI (BBRI). Ist
BRI (BBRI). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI dijadwalkan membayarkan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp 20,4 triliun atau Rp 135/saham pada Rabu (15/1/2025) ini.

Pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen adalah yang namanya tercatat sebagai pemegang saham BRI per tanggal 30 Desember 2024 pukul 16.00 WIB.

Saham BBRI sendiri kemarin turun 1,30% ke Rp 3.800. Dalam sepekan saham ini melemah 6,17%.

Sebanyak 293,62 juta saham BRI ditransaksikan, frekuensi 66.617 kali, dan nilai transaksi Rp 1,31 triliun. Asing lagi-lagi mencatatkan net sell BBRI Rp 160 miliar pada 14 Januari.

ADVERTISEMENT

Senior Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan mengungkapkan posisi saham BBRI secara fundamental dan teknikal. Menurutnya, secara fundamental saham BBRI dinilai mixed di tengah turbulensi yang melanda masyarakat kelas menengah dan kelas bawah. Sebagai penyedia layanan kredit kepada usaha mikro, data menurunnya daya beli masyarakat dan inflasi cukup mengganggu sehingga membuat kredit BBRI dinilai rentan.

"Secara teknikal juga cukup bearish. Kemarin (13 Januari) sudah menembus ke bawah level 4.000. Jadi memang adanya peningkatan risiko dari investor asing yang cukup agresif untuk melakukan net sell, ini kemudian mengonfirmasi penurunan saham BBRI dalam beberapa bulan terakhir," ucap Felix kepada B-Universe secara daring, Selasa (14/1/2025).

Ke depan, Felix menilai saham BBRI masih berpotensi terkoreksi hingga ke level 3.600. Hal ini didorong oleh aksi jual investor asing yang menurutnya masih akan terus berlanjut.

"Kita masih menilai bahwa BBRI ini masih bisa mengalami penurunan apabila memang tone negatif atau outflow dari investor asing ini masih-masif. Saat ini masih belum tepat untuk masuk ke saham BBRI,” paparnya.

“Ke depan, level support-nya mungkin di Rp 3.600-3.700. Dan memang level tersebut sudah cukup murah untuk masuk, untuk pergi bagi kita para investor retail. Dan semoga sentimen ekonomi ini segera mereda, sehingga market kita kembali produktif dan kita bisa mendapatkan harga saham yang cukup murah ya, secara valuasi maupun secara nominal," tambah Felix.

Menahan

Lebih lanjut, Felix merekomendasikan kepada para investor untuk dapat menahan transaksinya sampai situasi volatilitas pasar saham mereda.

"BBRI ini menjadi salah satu saham yang menjadi sasaran aksi jual para investor dalam beberapa bulan terakhir. Menurut saya kalau misalnya kita tidak bisa menebak pasar ya, strategi yang paling aku adalah untuk menunggu sampai net sell asing mereda sambil mungkin bisa masuk secara cicil pada saham BBRI itu sendiri,” jelasnya.

“Sambil menunggu ada perbaikan dari investor asing khususnya inflow yang memang ini menjadi salah satu faktor utama ya untuk pembalikan saham-saham big caps ya, khususnya dari BBRI itu sendiri," pungkas Felix.

Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI diprediksi memberikan imbal hasil (yield) dividen tertinggi tahun 2025. BRI kini berada di jalur tepat untuk meraih profitabilitas, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) dan terkendalinya biaya operasional. 

Berdasarkan riset Macquarie, yield dividen BBRI tahun 2025 diprediksi mencapai 8,2%. Macquarie menetapkan target harga saham BBRI Rp 5.690.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia