Dua Faktor Pendorong IHSG Menuju 8.000 di 2025
Sedangkan dari sisi makroekonomi, Rully dan Tim Riset Mirae memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan mencapai 5%, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan investasi yang stabil.
Suku bunga acuan diperkirakan berada di level 5,5% pada akhir tahun, dengan potensi penurunan baru terjadi pada semester kedua tahun ini.
“Dengan fluktuasi pasar yang masih tinggi, Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan tetap berhati-hati dan baru mulai menurunkan suku bunga di paruh kedua 2025. Langkah ini diharapkan dapat mendorong likuiditas pasar dan memperkuat sentimen positif di pasar saham,” terang Rully.
Dia pun optimistis, melalui dukungan kebijakan yang tepat, pasar modal Indonesia dapat tumbuh positif kendati menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memicu ketegangan perdagangan internasional.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku pasar akan menjadi kunci menghadapi tantangan global. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar dan menciptakan peluang investasi yang menarik bagi investor domestik maupun asing,” tuturnya.
Mirae Asset merekomendasikan investor untuk fokus pada saham-saham defensif di sektor konsumsi, perbankan, dan infrastruktur, yang dinilai memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan stabil.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

