Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Tergerus saat BI Pangkas Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
15 Jan 2025 | 15:33 WIB
BAGIKAN
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)

JAKARTA, investor.id Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup tergerus pada perdagangan Rabu sore (15/1/2025). Di saat Bank Indonesia (BI) di luar dugaan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (Bps).

Mata uang rupiah ditutup melemah 55 poin berada di level Rp 16.325 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,22 poin (0,2%) menjadi 109,05. Nilai tukar rupiah sempat menguat 13 poin berada di level Rp 16.270 per dolar AS pada Selasa (14/1/2025).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 55 point sebelumnya sempat melemah 70 poin di level Rp 16.325 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.270. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 16.290 – 16.340,” ungkap Ibrahim, Rabu (15/1/2025).

ADVERTISEMENT

Ibrahim menjelaskan, ada risiko global yang meningkat terutama dari kemungkinan terjadinyaperang dagang 2.0 dan high for longer rate suku bunga The Fed, akan menyebabkan naiknya risk off sentiment. Melebarkan current account deficit atau defisit transaksi berjalan, dan memicu capital outflow, yang berujung pada pelemahan nilai tukar rupiah.

“Hal ini akan memicu terjadinya imported inflation,” tambah Ibrahim.

Oleh karena itu, lanjut dia, dalam pertemuan hari ini, BI memangkas suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00% dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,50%. Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5 plus 1% pada 2025, serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, Ibrahim mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,24 miliar pada Desember 2024. Surplus pada Desember sejalan dengan proyeksi ekspor pada Desember masih akan tumbuh sebesar 7,6% (year on year/YoY) sementara impor tumbuh lebih tinggi mencapai 10,4%.

Surplus Neraca Perdagangan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia