GGRP Ekspor Baja Ramah Lingkungan ke Selandia Baru
"Produk ini juga diproduksi menggunakan teknologi Electric Arc Furnace (EAF), yang memanfaatkan lebih dari 70 persen material sisa (scrap), sehingga menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan metode konvensional," tambahnya.
Sebagai informasi, hingga akhir 2024, GGRP telah berhasil mengekspor produk baja ke 35 negara, dengan nilai ekspor tahunan mencapai US$ 20 juta. Dalam tiga tahun terakhir (2021-2024), total ekspor GGRP tercatat sebesar US$ 87 juta, dengan pasar utama termasuk Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Dengan permintaan dunia yang terus meningkat, mencapai US$865 miliar selama 2018-2023. GGRP optimis terhadap prospek pertumbuhan industri baja Indonesia di pasar global. "Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam produk baja yang mendukung pembangunan berkelanjutan," pungkas Fedaus.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

