Jumat, 15 Mei 2026

Perusahaan Beraset Jumbo Dominasi Pipeline IPO BEI

Penulis : Indah Handayani
25 Jan 2025 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan perusahaan beraset skala besar tercatat mendominasi dalam pipeline Initial Public Offering (IPO). Sebab, dari total sebanyak 18 perusahaan yang tercatat dalam pipeline sampai dengan 24 Januari 2025, sebanyak 17 diantaranya merupakan beraset jumbo.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, merujuk pada POJK No.53/POJK.04/2017, 17 perusahaan tersebut beraset di atas Rp 250 miliar. “Sedangkan satu perusahaan beraset skala menengah antara Rp 50 miliar - 250 miliar,” ungkap Nyoman Yetna, Sabtu (25/1/2025).

Baca Juga:

tis

Dari sisi sektor, Nyoman Yetna mengatakan, sebanyak enam perusahaan sektor barang konsumen primer, tiga perusahaan sektor industri, dan dua perusahaan sektor energi.

ADVERTISEMENT

Diikuti, dua perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor barang baku, satu perusahaan sektor barang konsumen non primer, satu perusahaan sektor keuangan, dan satu perusahaan sektor transportasi & logistik.

Sedangkan hingga 24 Januari 2025, Nyoman Yetna mengatakan, terdapat delapan perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia. Dengan total dana yang telah dihimpun mencapai Rp 3,7 triliun.

Rights Issue

Dalam periode sama, Nyoman Yetna mengatakan,  ada tujuh perusahaan tercatat dalam antrean bakal melangsungkan rights issue di pasar modal Indonesia, yang terdiri dari tiga perusahaan sektor barang baku, dua perusahaan sektor energi, dan dua perusahaan sektor kesehatan.

"Namun, hingga 24 Januari ini, masih belum ada perusahaan tercatat yang melakukan rights issue,” papar Nyoman Yetna.

Di sisi lain, Nyoman Yetna mengatakan, terdapat delapan emisi dari tujuh penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp 8,6 triliun. Sedangkan dalam pipeline, masih ada 18 emisi dari 14 penerbit yang akan menerbitkan EBUS.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia