Ramalan BBCA dan BBRI di 2025, Kok Beda Nasib?
JAKARTA, Investor.id – Likuiditas perbankan diprediksi masih ketat pada 2025. Ini membuat rekomendasi dan target harga saham bank besar, yakni BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, berbeda.
DBS Research Group mencatat, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,1% menjadi Rp 7.688 triliun tahun 2024, berdasarkan data Bank Indonesia. Jumlah itu di bawah target BI berkisar 10-12%, namun berada di rentang proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkisar 9-11%.
Baca Juga:
Saham Bagus Lagi Murah, Awas Keburu NaikLikuiditas masih seret terlihat pada melambatnya pasokan jumlah uang beredar. Alhasil, loan to deposit ratio (LDR) meningkat, karena pertumbuhan simpanan hanya 3,7% pada Desember 2024.
Sementara itu, bunga time deposit (TD) naik berkisar 2-29 bps pada Desember 2024. DBS mencatat, bunga TD tenor 1,3,6, dan 24 bulan masing-masing mencapai 4,87%, 5,55%, 5,97%, dan 4,32%.
DBS memprediksi likuiditas masih ketat ke depan, seiring tingginya LDR dan penurunan suku bunga yang lebih lambat. Dalam kondisi seperti ini, DBS memilih saham bank yang memiliki likuiditas cukup.
Nasib BBCA dan BBRI
Saham pilihan DBS di sektor perbankan Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rekomendasi buy dan target harga masing-masing Rp 3.100 dan Rp 12.000.
Sementara itu, DBS menyematkan rekomendasi hold BBNI, BBRI, dan BBTN, dengan target harga Rp 4.300, Rp 3.600, dan Rp 1.000. Saham BMRI diganjar rekomendasi buy dengan target harga Rp 7.000.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






