Jumat, 15 Mei 2026

Saham Bank Besar Diserbu Asing, Tanda-tanda Apa?

Penulis : Jauhari Mahardhika
2 Feb 2025 | 13:02 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan harga saham melalui aplikasi. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan harga saham melalui aplikasi. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

Tahun ini, likuiditas perbankan diprediksi masih ketat. Ini membuat rekomendasi dan target harga saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, menjadi berbeda.

DBS Research Group mencatat, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,1% menjadi Rp 7.688 triliun pada 2024, berdasarkan data Bank Indonesia (BI). Jumlah tersebut di bawah target BI yang berkisar 10-12%, namun berada di rentang proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkisar 9-11%.

Likuiditas masih seret terlihat pada melambatnya pasokan jumlah uang beredar. Alhasil, loan to deposit ratio (LDR) meningkat, karena pertumbuhan simpanan hanya 3,7% pada Desember 2024.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, bunga time deposit (TD) naik pada Desember 2024. DBS mencatat, bunga TD tenor 1,3,6, dan 24 bulan masing-masing mencapai 4,87%, 5,55%, 5,97%, dan 4,32%.

DBS memprediksi likuiditas masih ketat ke depan, seiring tingginya LDR dan penurunan suku bunga yang lebih lambat. Dalam kondisi seperti ini, DBS memilih saham bank yang memiliki likuiditas cukup.

Saham pilihan DBS di sektor perbankan adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rekomendasi buy dan target harga masing-masing Rp 3.100 dan Rp 12.000.

Sementara itu, DBS menyematkan rekomendasi hold saham BBNI, BBRI, dan BBTN, dengan target harga Rp 4.300, Rp 3.600, dan Rp 1.000. Sedangkan saham BMRI justru diganjar rekomendasi buy dengan target harga Rp 7.000.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia