Jumat, 15 Mei 2026

Sempat Melonjak 104% dari IPO, Saham Tiba-tiba Merosot, Yang Ambil di Pucuk Pusing

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Feb 2025 | 12:47 WIB
BAGIKAN
Brigit Biofarma Teknologi (OBAT). Perseroan
Brigit Biofarma Teknologi (OBAT). Perseroan

JAKARTA, investor.id - Saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) anjlok 24,06% ke Rp 505 per akhir sesi I perdagangan 3 Februari 2025. Sebanyak 81,75 juta saham OBAT ditransaksikan, frekuensi 8.414 kali, dan nilai transaksi Rp 41,13 miliar.

Saham OBAT melanjutkan capaian minus sebelumnya pada 31 Januari 2025 yang melorot 24,86%.

Saham Brigit Biofarmaka Teknologi pertama kali dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2025. Perseroan menggelar initial public offering (IPO) dengan mematok harga Rp 350/saham.

Saham OBAT pernah menyentuh Rp 1.030 pada 31 Januari 2025. Artinya terbang  104% dari harga IPO. Tapi setelah itu harga saham OBAT anjlok hingga akhirnya menyentuh Rp 505 per akhir sesi 3 Februari, atau merosot 50,9% dari Rp 1.030. Tentu investor yang ambil di harga atas alias pucuk dan masih hold akan pusing melihat kondisi saat ini.

ADVERTISEMENT

Adapun antrean jual di harga Rp 505 saham OBAT membeludak. Per akhir sesi I hari ini jumlahnya mencapai 1,02 juta lot saham.

Kegiatan usaha Brigit Biofarmaka (OBAT) yang saat ini telah benar-benar dijalankan adalah bergerak dalam bidang industri maklon herbal, kosmetik, dan minuman fungsional dan botanikal.

Sebelumnya, emiten perusahaan produsen herbal, kosmetik, dan layanan maklon, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) resmi mengumumkan rencana ekspansi pasca IPO.

Dengan meraih dana segar sebesar Rp 59,5 miliar dari IPO, OBAT memantapkan langkahnya untuk membangun pabrik baru di Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang akan fokus pada produksi suplemen dan vitamin.

Komisaris Utama OBAT Machmud Lutfi Huzain menjelaskan bahwa pabrik baru ini membutuhkan investasi sekitar Rp 14-15 miliar. Pengoperasiannya direncanakan mulai tahun 2026.

“Kami melihat potensi besar di pasar suplemen dan vitamin. Saat ini, kebutuhan masyarakat akan produk kesehatan semakin meningkat. Maka, kami memutuskan untuk memperluas cakupan maklon dari jamu tradisional ke vitamin modern,” jelasnya sesuai pencatatan saham perdana di BEI, Jakarta, Senin (13/1/2025).

Ekspansi ini juga bertujuan untuk menjawab kebutuhan pasar, khususnya bagi pelaku usaha yang ingin memproduksi produk bermerek sendiri. Menurut Machmud, banyak masyarakat yang terkendala bahan baku dan fasilitas produksi, sehingga OBAT hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut. “Industri maklon kami memungkinkan terciptanya entrepreneur baru yang dapat menjadi pemilik merek sendiri. Ini sejalan dengan misi kami untuk mendukung pertumbuhan wirausaha di Indonesia,” tambahnya.

OBAT mencatatkan pertumbuhan signifikan sebelum IPO, dengan realisasi penjualan pada 2024 mencapai Rp 100 miliar dan laba bersih lebih dari Rp 30 miliar, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Dengan PE rasio di bawah 8 kali, saham OBAT menjadi salah satu yang menarik di bursa.

Dividen

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia