Jumat, 15 Mei 2026

Saham INTP Lebih Disukai daripada SMGR, Potensi Cuan Gede pula

Penulis : Jauhari Mahardhika
3 Feb 2025 | 14:52 WIB
BAGIKAN
Area penambangan semen Indocement (INTP). (Dok. B-Universe Photo)
Area penambangan semen Indocement (INTP). (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – Sektor semen tahun ini minim katalis, meski sempat menarik untuk investasi jangka pendek pada semester II-2024. Dalam kondisi tersebut, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) lebih disukai ketimbang PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

RHB Sekuritas mengungkapkan, pemulihan penjualan semen kantong berjalan lambat, penjualan semen curah kembali normal, dan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) masih tertekan.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan lebih sedikit anggaran untuk infrastruktur dan lebih fokus pada sektor lainnya. Selain itu, perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berjalan lambat akan berdampak pada penjualan semen curah domestik pada 2025.

ADVERTISEMENT

Untuk semen kantong, menurut RHB Sekuritas, lemahnya daya beli serta tingginya ASP menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan volume penjualan. Program pemerintah untuk membangun 3 juta rumah diperkirakan hanya akan menambah 3-5 juta ton atau kurang dari 10% dari total permintaan domestik per tahun.

“Kami memproyeksikan volume penjualan domestik sebesar 63,1 juta ton pada 2025 atau turun 0,95% yoy, dengan penjualan semen curah turun 7,2% yoy menjadi 18,1 juta ton dan penjualan semen kantong naik tipis 1,8% yoy menjadi 45 juta ton,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Katalis utama yang perlu diperhatikan adalah peningkatan permintaan semen kantong, terutama untuk merek utama, yang dapat dipicu oleh pemulihan daya beli yang lebih cepat, khususnya di sektor perumahan pada semester II-2025.

Tahun lalu, volume penjualan domestik sesuai dengan perkiraan yang telah direvisi.Volume penjualan domestik pada Desember 2024 mencapai 5,5 juta ton, terpangkas 7,1% mom atau anjlok 11,6% yoy. Alhasil, total volume penjualan sepanjang 2024 mencapai 63,8 juta ton, terkoreksi 0,4% yoy, atau sesuai target yang telah direvisi sebanyak 64 juta ton (stagnan yoy).

Angka tersebut sudah mencakup tambahan volume dari Semen Grobogan. Tanpa tambahan tersebut, permintaan domestik hanya mencapai 62 juta ton atau turun 3% yoy. “Kami juga mencatat bahwa permintaan semen kantong tidak meningkat signifikan menjelang akhir tahun karena tingginya ASP yang tidak terserap dengan baik oleh daya beli yang lebih lemah dari perkiraan,” ungkap RHB Sekuritas.

Sementara itu, volume penjualan semen curah kembali normal setelah selesainya proyek besar di IKN. Penjualan di segmen tersebut sesuai ekspektasi.

Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia