Saham INTP Lebih Disukai daripada SMGR, Potensi Cuan Gede pula
JAKARTA, investor.id – Sektor semen tahun ini minim katalis, meski sempat menarik untuk investasi jangka pendek pada semester II-2024. Dalam kondisi tersebut, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) lebih disukai ketimbang PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).
RHB Sekuritas mengungkapkan, pemulihan penjualan semen kantong berjalan lambat, penjualan semen curah kembali normal, dan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) masih tertekan.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan lebih sedikit anggaran untuk infrastruktur dan lebih fokus pada sektor lainnya. Selain itu, perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berjalan lambat akan berdampak pada penjualan semen curah domestik pada 2025.
Untuk semen kantong, menurut RHB Sekuritas, lemahnya daya beli serta tingginya ASP menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan volume penjualan. Program pemerintah untuk membangun 3 juta rumah diperkirakan hanya akan menambah 3-5 juta ton atau kurang dari 10% dari total permintaan domestik per tahun.
“Kami memproyeksikan volume penjualan domestik sebesar 63,1 juta ton pada 2025 atau turun 0,95% yoy, dengan penjualan semen curah turun 7,2% yoy menjadi 18,1 juta ton dan penjualan semen kantong naik tipis 1,8% yoy menjadi 45 juta ton,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Katalis utama yang perlu diperhatikan adalah peningkatan permintaan semen kantong, terutama untuk merek utama, yang dapat dipicu oleh pemulihan daya beli yang lebih cepat, khususnya di sektor perumahan pada semester II-2025.
Tahun lalu, volume penjualan domestik sesuai dengan perkiraan yang telah direvisi.Volume penjualan domestik pada Desember 2024 mencapai 5,5 juta ton, terpangkas 7,1% mom atau anjlok 11,6% yoy. Alhasil, total volume penjualan sepanjang 2024 mencapai 63,8 juta ton, terkoreksi 0,4% yoy, atau sesuai target yang telah direvisi sebanyak 64 juta ton (stagnan yoy).
Angka tersebut sudah mencakup tambahan volume dari Semen Grobogan. Tanpa tambahan tersebut, permintaan domestik hanya mencapai 62 juta ton atau turun 3% yoy. “Kami juga mencatat bahwa permintaan semen kantong tidak meningkat signifikan menjelang akhir tahun karena tingginya ASP yang tidak terserap dengan baik oleh daya beli yang lebih lemah dari perkiraan,” ungkap RHB Sekuritas.
Sementara itu, volume penjualan semen curah kembali normal setelah selesainya proyek besar di IKN. Penjualan di segmen tersebut sesuai ekspektasi.
Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan
Dengan berbagai pertimbangan, RHB Sekuritas merevisi peringkat sektor semen menjadi netral dari sebelumnya overweight. Indocement (INTP) menjadi pilihan utama.
“Kami lebih menyukai INTP karena potensi kinerja yang lebih baik dibanding pesaing, didukung oleh akuisisi terbarunya,” jelas broker efek tersebut.
Selain itu, potensi katalis lain adalah berkurangnya beban bunga dari refinancing utang Rp 2 triliun terkait akuisisi terbaru, meskipun hal itu belum dimasukkan dalam proyeksi INTP.
RHB Sekuritas merekomendasikan buy saham INTP dengan target harga Rp 8.500. Potensi cuan saham INTP masih besar, yaitu lebih dari 40% atau sekitar 46% jika mengacu pada harga saat berita ini ditayangkan.
Sedangkan rekomendasi saham Semen Indonesia (SMGR) direvisi menjadi netral dari sebelumnya buy. Target harga saham SMGR dipatok sebesar Rp 2.900. Potensi cuan saham Semen Indonesia (SMGR) hanya sekitar 6%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






