Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melesat ke Rp 16.300 Usai Trump Tunda Tarif Baru

Penulis : Indah Handayani
4 Feb 2025 | 09:41 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi rupiah. (Foto: Antara)
Ilustrasi rupiah. (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka meleast ke level Rp 16.300 pada Selasa pagi (4/2/2025). Setelah Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif baru terhadap Meksiko selama sebulan.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.11 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 73,5 poin (0,45%) ke level Rp 16.374 per dolar AS. Pada perdagangan Senin (3/2/2025), mata uang rupiah sempat ditutup jatuh 143,5 poin berada di level Rp 16.448 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dollar terpantau turun 0,34 poin (0,31%) menjadi 108,6. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat turun 4 poin di level 4,56%.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, keputusan Trump ini diambil setelah Meksiko sepakat untuk memperkuat perbatasan utaranya dengan mengerahkan 10.000 anggota Garda Nasional guna menekan arus perdagangan narkoba ilegal.

Penundaan ini memberikan dorongan positif bagi mata uang peso Meksiko yang menguat 1,25% terhadap dolar AS ke level 20,4196. Sebelumnya, peso sempat menyentuh level terendah dalam hampir tiga tahun di angka 21,2882 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,5% ke level 108,96, setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam tiga pekan di angka 109,88.

Analis pasar, Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex, menyatakan bahwa kebijakan tarif yang diterapkan Trump lebih bersifat transaksional dan sebagai alat negosiasi.

Meski menunda tarif terhadap Meksiko, Trump tetap memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko serta tarif 10% terhadap China mulai Selasa (4/2). Langkah ini diklaim Trump sebagai upaya menekan imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba.

Trump juga mengungkapkan, dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dan berencana untuk kembali berdiskusi pada pukul 15.00 waktu setempat. Kanada sendiri telah mengumumkan tarif balasan terhadap AS.

Seorang pejabat senior Kanada mengungkapkan kepada New York Times bahwa Ottawa pesimistis mendapatkan perlakuan serupa seperti Meksiko.

Dampak Tarif

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 32 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia