Rupiah Melesat ke Rp 16.300 Usai Trump Tunda Tarif Baru
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka meleast ke level Rp 16.300 pada Selasa pagi (4/2/2025). Setelah Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif baru terhadap Meksiko selama sebulan.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.11 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 73,5 poin (0,45%) ke level Rp 16.374 per dolar AS. Pada perdagangan Senin (3/2/2025), mata uang rupiah sempat ditutup jatuh 143,5 poin berada di level Rp 16.448 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dollar terpantau turun 0,34 poin (0,31%) menjadi 108,6. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat turun 4 poin di level 4,56%.
Dikutip dari Reuters, keputusan Trump ini diambil setelah Meksiko sepakat untuk memperkuat perbatasan utaranya dengan mengerahkan 10.000 anggota Garda Nasional guna menekan arus perdagangan narkoba ilegal.
Penundaan ini memberikan dorongan positif bagi mata uang peso Meksiko yang menguat 1,25% terhadap dolar AS ke level 20,4196. Sebelumnya, peso sempat menyentuh level terendah dalam hampir tiga tahun di angka 21,2882 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,5% ke level 108,96, setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam tiga pekan di angka 109,88.
Analis pasar, Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex, menyatakan bahwa kebijakan tarif yang diterapkan Trump lebih bersifat transaksional dan sebagai alat negosiasi.
Meski menunda tarif terhadap Meksiko, Trump tetap memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko serta tarif 10% terhadap China mulai Selasa (4/2). Langkah ini diklaim Trump sebagai upaya menekan imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba.
Trump juga mengungkapkan, dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dan berencana untuk kembali berdiskusi pada pukul 15.00 waktu setempat. Kanada sendiri telah mengumumkan tarif balasan terhadap AS.
Seorang pejabat senior Kanada mengungkapkan kepada New York Times bahwa Ottawa pesimistis mendapatkan perlakuan serupa seperti Meksiko.
Dampak Tarif
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






