Jumat, 15 Mei 2026

Bos OJK Sebut Tak Mudah Hadapi Tantangan 2025, Mengapa?

Penulis : Muawwan Daelami
11 Feb 2025 | 14:24 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar. (Foto: OJK)
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar. (Foto: OJK)

JAKARTA, investor.id – Bos Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar buka-bukaan mengenai tantangan dan ketidakpastian baik di tingkat global maupun domestik di 2025 yang disebut tidak akan lebih mudah.

Pasalnya, di level global, peraih gelar Master of Economics dari Monash University, Melbourne, Australia itu mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi global bakal meningkat secara terbatas dan normalisasi kebijakan suku bunga di AS dan negara lain terus berlanjut dengan laju yang lebih lambat.

“Di sisi lain, divergensi pemulihan ekonomi di antara negara-negara industri berpotensi mengakibatkan terjadinya perbedaan monetary path dari berbagai otoritas moneter global yang akan memengaruhi capital flow dan nilai aset keuangan,” papar Mahendra dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025, Jakarta, Selasa (11/2/2025).

ADVERTISEMENT

Imbasnya, kompleksitas pemulihan akan meningkat paralel dengan perkembangan geopolitik dan geoekonomi yang dinamis. Menurut Mahendra, trade policy yang ditentukan lebih pada aspek politik ketimbang ekonomi juga akan meningkatkan fragmentasi perdagangan global dan menurunkan volume perdagangan.

Begitupun, dengan mulai terjadinya divergensi kebijakan dan penerapan standar internasional di sektor keuangan antarnegara, dapat menciptakan perbedaan daya saing sektor keuangan.

Sementara di tingkat domestik, Mahendra menyebut, RI dihadapkan pada isu struktural seperti lemahnya serapan tenaga kerja sektor formal dan perlunya mempercepat pemulihan daya beli masyarakat khususnya bagi kelompok menengah bawah yang sampai saat ini masih tertahan.

Karena itu, di tengah downside risk tersebut, Mahendra menyatakan, OJK telah mengambil serangkaian langkah kebijakan prioritas yang sejalan dengan langkah pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan.

Serangkaian kebijakan itu terangkum dalam empat arah kebijakan prioritas. Pertama optimalisasi kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung pencapaian target program prioritas pemerintah; kedua, pengembangan sektor jasa keuangan untuk pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan; ketiga, penguatan kapasitas sektor jasa keuangan dan penguatan pengawasan, dan keempat peningkatan efektivitas penegakan integritas, dan perlindungan konsumen.

“Kami menyambut berbagai program prioritas yang diinisiasi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ke level yang lebih tinggi dan mencapai visi Indonesia Emas,” pungkas Mahendra.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 42 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia