Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Level US$ 3.000 di Depan Mata
Trump secara drastis menaikkan tarif baru impor baja dan aluminium menjadi 25% tanpa pengecualian atau dispensasi. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung industri dalam negeri AS tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya perang dagang gllobal di berbagai sektor.
Menurut analis teknikal Reuters Wang Tao, harga emas masih berpotensi naik ke level US$ 2.950 hingga US$2.962 per ons sebelum mengalami koreksi.
Sementara itu, para pelaku pasar tengah menunggu testimoni Ketua The Fed Jerome Powell dan rilis data inflasi AS pada Rabu (12/2/2025) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan suku bunga di ekonomi terbesar dunia tersebut.
Sebuah survei Reuters menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal berikutnya. Tarif baru impor yang lebih tinggi berpotensi memicu inflasi di AS, yang dapat memperlambat keputusan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Otunuga menambahkan, jika ada kejutan dalam pernyataan Powell atau hasil inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, harga emas bisa mengalami koreksi teknikal.
Di luar emas, harga logam mulia lainnya cenderung melemah. Harga perak turun 0,8% ke US$ 31,77 per ons, platinum melemah 0,9% ke US$ 985,20 per ons, dan paladium merosot 1,4% ke US$ 969,25 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






