Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Level US$ 3.000 di Depan Mata

Penulis : Indah Handayani
11 Feb 2025 | 17:33 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas
Sumber; Antara
Ilustrasi harga emas Sumber; Antara

Trump secara drastis menaikkan tarif baru impor baja dan aluminium menjadi 25% tanpa pengecualian atau dispensasi. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung industri dalam negeri AS tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya perang dagang gllobal di berbagai sektor.

Menurut analis teknikal Reuters Wang Tao, harga emas masih berpotensi naik ke level US$ 2.950 hingga US$2.962 per ons sebelum mengalami koreksi.

Sementara itu, para pelaku pasar tengah menunggu testimoni Ketua The Fed Jerome Powell dan rilis data inflasi AS pada Rabu (12/2/2025) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan suku bunga di ekonomi terbesar dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebuah survei Reuters menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal berikutnya. Tarif baru impor yang lebih tinggi berpotensi memicu inflasi di AS, yang dapat memperlambat keputusan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Otunuga menambahkan, jika ada kejutan dalam pernyataan Powell atau hasil inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, harga emas bisa mengalami koreksi teknikal.

Di luar emas, harga logam mulia lainnya cenderung melemah. Harga perak turun 0,8% ke US$ 31,77 per ons, platinum melemah 0,9% ke US$ 985,20 per ons, dan paladium merosot 1,4% ke US$ 969,25 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia