Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Bangun Lagi di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang Global

Penulis : Indah Handayani
13 Feb 2025 | 04:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/TASS/Sergei Fadeichev/aa)
Ilustrasi harga emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/TASS/Sergei Fadeichev/aa)

NEW YORK, investor.id - Harga emas bangun lagi pada Rabu (12/2/2025). Didukung oleh permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah kekhawatiran akan perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dikutip dari Reuters, pasar juga tengah mencerna data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan.

Harga emas spot tercatat naik tipis 0,1% menjadi US$ 2.900,51. Sedangkan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa (all time high/ATH) berada di US$ 2.942,5 terjadi pada 11 Februari 2025. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah tipis 0,1% ke US$ 2.928,70 per ons.

ADVERTISEMENT

Harga emas sempat turun lebih dari 1% setelah laporan menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) AS melonjak 0,5% pada bulan lalu, lebih tinggi dari perkiraan. Data ini memperkuat pesan dari The Fed bahwa mereka tidak terburu-buru untuk kembali memangkas suku bunga, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

"Data CPI yang lebih panas dari perkiraan memberikan tekanan pada pasar emas. Harapan pasar terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat kini telah pupus," ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani harga emas, karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan bunga.

Meskipun tekanan dari suku bunga lebih tinggi memberikan hambatan, tren harga emas tetap positif. "Kekhawatiran terhadap perang dagang terus mendorong pasar," kata Wakil Presiden dan Analis Logam Senior di Zaner Metals Peter Grant.

Tarif Balasan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia