Jumat, 15 Mei 2026

Harga Bitcoin Terkoreksi saat Jumlah Wallet Aktif Anjlok

Penulis : Indah Handayani
14 Feb 2025 | 07:26 WIB
BAGIKAN
Tiruan fisik dari sebuah mata uang virtual Bitcoin di Dortmund, Jerman barat, pada 27 Januari 2020. ( Foto: Ina Fassbender / AFP )
Tiruan fisik dari sebuah mata uang virtual Bitcoin di Dortmund, Jerman barat, pada 27 Januari 2020. ( Foto: Ina Fassbender / AFP )

Pada 20 Januari, ketika Bitcoin mencapai rekor tertinggi US$ 109 ribu, jaringan mencatat lebih dari 52,56 juta wallet aktif. Namun, kini investor ritel mulai menjual kepemilikannya karena takut harga semakin anjlok, diperburuk oleh meningkatnya arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di AS yang semakin menekan harga Bitcoin.

Data terbaru dari SoSoValue menunjukkan bahwa pada 12 Februari, ETF Bitcoin mencatat arus keluar bersih lebih dari $251 juta, menandai hari ketiga berturut-turut dengan aliran dana negatif.

Harga Bitcoin, yang sempat bertahan di atas US$ 100 ribuan pada awal tahun, kini berfluktuasi di kisaran US$ 96 ribuan. Seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap berkurangnya likuiditas di Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian terkait kebijakan tarif, investor mulai lebih tertarik pada aset aman dibandingkan aset virtual. 

ADVERTISEMENT

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia