UNVR Masih Bikin Khawatir, Muncul Target Harga Baru
JAKARTA, investor.id – Estimasi laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direvisi sebesar 16,6%, 16,2%, dan 15,3% untuk periode 2024, 2025, dan 2026. Revisi itu menyusul kinerja terbaru Unilever Indonesia.
“Kami masih khawatir terhadap dampak transformasi Unilever Indonesia, yang dapat meningkatkan tambahan biaya, meski tekanan ini diperkirakan mereda secara tahunan,” tulis analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya dalam risetnya.
Menurut dia, walaupun ada potensi perbaikan laba, terutama pada semester II-2025, tantangan bagi pertumbuhan jangka panjang Unilever Indonesia tetap ada.
Hingga akhir 2024, dampak boikot terhadap kinerja Unilever Indonesia mulai mereda. Pangsa pasar volume penjualan emiten berkode saham UNVR tersebut meningkat menjadi 28,3%. Sedangkan pangsa nilai penjualan mencapai 34,7% per Desember 2024. Bandingkan dengan per Desember 2023 yang sebesar 27,2% untuk volume dan 33,9% untuk nilai.
“Namun, angka-angka itu belum sepenuhnya pulih ke level Oktober 2023 yang mencapai 31,7% untuk volume dan 38,5% untuk nilai,” ungkap Vanessa.
UNVR mengaitkan pemulihan ini dengan beberapa produk baru, seperti Pepsodent Gum Expert, Dove Deodorant Serum, Dove Hair Tonic, dan Royco Oyster Sauce. Ke depan, UNVR menargetkan kehadirannya di pasar premium.
Sementara itu, pengurangan stok pelanggan dan upaya harmonisasi harga diharapkan selesai pada semester I-2025. Stok persediaan pada 2024 tercatat 50% lebih rendah dibandingkan level pada 2021, yang berkontribusi pada distribusi lebih sehat – mengurangi piutang jatuh tempo, biaya utang tak tertagih, serta hari piutang.
Dua inisiatif lainnya, yaitu peningkatan cakupan dan kualitas distribusi serta transformasi digital di segmen perdagangan distribusi. Inisiatif tersebut masih dalam proses dan ditargetkan selesai pada kuartal IV-2024.
“Dengan demikian, UNVR memperkirakan dampak transformasi dan biaya pengurangan stok akan berkurang secara tahunan pada 2025, karena beberapa biaya pada 2024 bersifat satu kali (one-off expenses),” jelas Vanessa.
Dividen dan Target Harga Baru
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





