The Fed Waspada, Tarif Trump Bisa Tahan Suku Bunga
WASHINGTON, investor.id – Risalah The Fed mengungkapkan para pejabatnya menegaskan perlu melihat penurunan inflasi lebih lanjut sebelum memangkas suku bunga. Sementara tarif yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi perhatian utama.
Dikutip dari CNBC internasional, dalam pertemuan Januari, Federal Open Market Committee (FOMC) sepakat untuk mempertahankan suku bunga acuan setelah sebelumnya memangkasnya tiga kali berturut-turut pada 2024 dengan total 1%.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan dampak kebijakan pemerintahan baru, termasuk tarif impor, deregulasi, serta kebijakan perpajakan.
Para pejabat The Fed menyatakan, kebijakan tarif Trump berpotensi mempertahankan inflasi di atas target 2%. Trump sebelumnya telah menerapkan beberapa tarif baru dan mengancam akan memperluas cakupannya.
Dalam pernyataan terbaru, Trump menyebut rencana pengenaan bea masuk 25% terhadap mobil, obat-obatan, dan semikonduktor, yang kemungkinan akan berlaku mulai April 2025.
"Kenaikan tarif dapat meningkatkan biaya produksi dan pada akhirnya dibebankan kepada konsumen," demikian tertulis dalam risalah pertemuan The Fed.
Beberapa anggota FOMC juga menyoroti dampak dari kebijakan perdagangan dan imigrasi terhadap perekonomian AS.
Tunggu Perkembangan
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






