Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Waspada, Tarif Trump Bisa Tahan Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
20 Feb 2025 | 04:47 WIB
BAGIKAN
ilustrasi The Fed. (Foto: Samuel Corum/ Bloomberg/ Getty Images)
ilustrasi The Fed. (Foto: Samuel Corum/ Bloomberg/ Getty Images)

WASHINGTON, investor.id – Risalah The Fed mengungkapkan para pejabatnya menegaskan perlu melihat penurunan inflasi lebih lanjut sebelum memangkas suku bunga. Sementara tarif yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi perhatian utama.  

Dikutip dari CNBC internasional, dalam pertemuan Januari, Federal Open Market Committee (FOMC) sepakat untuk mempertahankan suku bunga acuan setelah sebelumnya memangkasnya tiga kali berturut-turut pada 2024 dengan total 1%.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan dampak kebijakan pemerintahan baru, termasuk tarif impor, deregulasi, serta kebijakan perpajakan.

ADVERTISEMENT

Para pejabat The Fed menyatakan, kebijakan tarif Trump berpotensi mempertahankan inflasi di atas target 2%. Trump sebelumnya telah menerapkan beberapa tarif baru dan mengancam akan memperluas cakupannya.

Dalam pernyataan terbaru, Trump menyebut rencana pengenaan bea masuk 25% terhadap mobil, obat-obatan, dan semikonduktor, yang kemungkinan akan berlaku mulai April 2025.

"Kenaikan tarif dapat meningkatkan biaya produksi dan pada akhirnya dibebankan kepada konsumen," demikian tertulis dalam risalah pertemuan The Fed.

Beberapa anggota FOMC juga menyoroti dampak dari kebijakan perdagangan dan imigrasi terhadap perekonomian AS.

Tunggu Perkembangan

The Fed menyatakan, kebijakan moneter saat ini sudah lebih longgar dibandingkan sebelum pemangkasan suku bunga tahun lalu. Oleh karena itu, para pengambil kebijakan memilih untuk menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum membuat keputusan baru.

Meskipun ada kekhawatiran terhadap inflasi, risalah pertemuan juga mencatat optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama dari ekspektasi pelonggaran regulasi dan perubahan kebijakan pajak.

Sementara itu, indikator inflasi terbaru menunjukkan hasil yang bervariasi. Indeks harga konsumen (CPI) naik lebih tinggi dari perkiraan pada Januari, tetapi harga grosir mencerminkan tekanan yang lebih moderat di sektor produksi.

Ketua The Fed Jerome Powell sejauh ini menghindari spekulasi tentang dampak tarif terhadap kebijakan moneter. Namun, beberapa pejabat bank sentral telah menyuarakan kekhawatiran bahwa langkah Trump dapat menunda pemangkasan suku bunga lebih lama dari yang diharapkan.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga baru akan terjadi pada Juli atau September 2025. Suku bunga acuan The Fed saat ini berada di kisaran 4,25% - 4,5%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia