Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Lagi di Tengah Ketidakpastian Pasar

Penulis : Indah Handayani
20 Feb 2025 | 09:47 WIB
BAGIKAN
Aktivitas petugas bagian kasir di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Aktivitas petugas bagian kasir di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah lagi pada Kamis pagi (20/2/2025). Di tengah ketidakpastian pasar terkait kebijakan tarif terbaru Presiden AS Donald Trump.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.13 WIB di pasar spot exchange, rupiah turun 23 poin (0,14%) ke level Rp 16.347,5 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu (19/2/2025), mata uang rupiah sempat melemah 46,5 poin berada di level Rp 16.324,5 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar terpantau naik 0,08 poin menjadi 107,09. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat turun 11 poin di level 4,52%.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, dolar Amerika Serikat (AS) bertahan stabil pada Kamis (20/2/2025) di tengah ketidakpastian pasar terkait kebijakan tarif terbaru Presiden AS Donald Trump. Investor mencermati dampak kebijakan tersebut terhadap perekonomian global dan prospek suku bunga bank sentral utama dunia.

Selain faktor ekonomi, geopolitik turut menjadi perhatian setelah Trump menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebagai ‘diktator’ dalam pembicaraan mengenai upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Pergerakan mata uang cenderung moderat dalam perdagangan Asia yang berhati-hati, kecuali yen yang menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan di US$ 150,62. Penguatan ini didorong oleh aksi investor yang mencari aset aman di tengah kekhawatiran dampak tarif Trump, serta spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of Japan tahun ini.

Sementara itu, poundsterling melemah dari posisi tertinggi dua bulan dan terakhir tercatat di level US$ 1,25. Euro pun stagnan di US$ 1,04 setelah mengalami pelemahan pada sesi sebelumnya. Pergerakan euro dipengaruhi perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai risiko inflasi dan dampak kebijakan mereka terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tarif Trump

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia