Harga Batu Bara Meredup Gegara Stok India Melonjak
PLTU berbasis batu bara India dengan kapasitas total 195 GW memiliki stok 76% dari level normatif, yaitu sebesar 50,9 juta ton, sedangkan kebutuhan normatifnya mencapai 66,5 juta ton. Sementara itu, 17 PLTU berbasis batu bara impor dengan kapasitas total 17,96 GW hanya memiliki stok sebesar 45% dari level yang dibutuhkan, atau sekitar 2,2 juta ton dari kebutuhan normatif 4,8 juta ton.
Pada 2024, permintaan listrik puncak mencapai 250 GW pada Mei, lebih rendah dari proyeksi pemerintah sebesar 260 GW. CEA kini memperkirakan permintaan puncak akan mencapai 270 GW pada tahun fiskal 2026 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7% dalam lima tahun ke depan, naik dari 6% saat ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, perusahaan tambang batu bara milik negara, Coal India, menargetkan produksi sebesar 915 juta ton pada tahun fiskal 2026.
Berdasarkan estimasi Crisil, permintaan listrik nasional meningkat sekitar 4,2% secara tahunan sepanjang April 2024 hingga Januari 2025. Pada Januari, permintaan puncak listrik diperkirakan naik 14 GW menjadi 237 GW. “Secara keseluruhan, suhu di berbagai wilayah cenderung lebih hangat, namun pertumbuhan permintaan listrik tidak merata,” kata Crisil dalam laporannya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






