Harga Bitcoin Menanjak Setelah Pernyataan Pejabat The Fed
Bostic mencatat bahwa rata-rata durasi pengangguran AS telah bertambah sekitar tiga minggu lebih lama dibandingkan dengan Agustus lalu. Selain itu, ia juga memperkirakan inflasi akan terus moderat, seiring dengan melambatnya kenaikan harga sewa yang terlihat di platform seperti Zillow dan Redfin, yang nantinya akan tercermin dalam data harga pemerintah.
Lebih lanjut, Bostic menilai bahwa kebijakan moneter The Fed saat ini masih dalam posisi yang cukup ketat. Namun, ia memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2025.
Baca Juga:
Pakar Feng Shui Ungkit Harga BitcoinDampak dari pernyataan Bostic ini langsung terasa di pasar keuangan. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun dan nilai dolar AS mengalami penurunan tipis, yang turut mendukung kenaikan harga Bitcoin.
Sebagai aset kripto utama, Bitcoin kerap bereaksi terhadap perubahan kebijakan moneter AS. Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik aset berisiko seperti kripto karena biaya peluang untuk berinvestasi di aset non-yielding seperti Bitcoin menjadi lebih rendah.
Para pelaku pasar kini akan terus mencermati pernyataan lebih lanjut dari pejabat The Fed serta data ekonomi AS guna mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






